Love itu cinta… ^_^


Di mana ada kehadiran, di sana ada kehidupan.
Dan bila kehadiran itu penuh kecintaan, kehidupan itu adalah kehidupan yang indah.

Cinta dan kecintaan adalah kekuatan yang menjadikan keberadaan kita di dalam kehidupan ini – sebuah kehidupan yang bernilai.

Anda tidak dapat disebut sepenuhnya hidup, bila Anda tidak sepenuhnya hadir dalam hubungan Anda dengan orang lain. Kehadiran Anda yang penuh kasih sayang-lah, yang menjadikan Anda pribadi yang kehadirannya dirindukan oleh banyak orang. Ingatlah, bahwa cinta adalah pengutuh kehadiran.

Anda yang berhati penuh kasih sayang, akan menjadi kecintaan dari ribuan jiwa yang mengenal Anda; karena tanpa memberi – kasih sayang Anda adalah pemberian yang memuliakan.

Maka janganlah hanya hadir. Hadirlah dengan penuh kesungguhan untuk memajukan, mengangkat, dan memuliakan semua yang keberadaannya dihadiahkan kepada Anda.

Cinta dan kecintaan adalah pengindah dari semua kebersamaan.

Siapa pun yang Anda sahabati dengan penuh kecintaan, akan menjadi pribadi yang kebahagiaannya adalah pengindah kehidupan Anda.

Perhatikanlah bagaimana pribadi-pribadi kecintaan hati Anda itu tumbuh dan merona dengan kebahagiaan, saat Anda mendahulukan kesyukuran atas waktu dan kegembiraan dalam kebersamaan Anda dengan mereka.

Perhatikanlah bagaimana keluarga yang sederhana bisa membesarkan anak-anak yang bernilai, melalui kebersamaan yang penuh kasih?

Bukan kurang cantik dan tampannya pasangan hidup – yang tidak membahagiakan kita, tetapi kurang cantiknya upaya kita untuk saling mencintai.

Kekasih yang sempurna tidak akan kita temukan, tetapi kita masih tetap bisa membangun keindahan kecintaan kita kepada satu sama lain. Kelihatannya, yang kita sebut sempurna itu adalah kualitas terbaik dari yang bisa kita upayakan.

Kecintaan adalah pemungkin bagi kualitas tertinggi.

Apa pun yang Anda sentuh dengan penuh kecintaan, akan mencapai kualitas tertingginya.

Satu-satunya cara untuk mencapai hasil dengan kualitas tertinggi adalah bekerja dengan kecintaan tertinggi kepada yang sedang dikerjakan. Kesungguhan yang menjadi tanda adanya kecintaan itu, akan memungkinkan tercapainya hasil terbaik dari seburuk-buruknya alat dalam seburuk-buruknya keadaan.

Tetapi, perhatikanlah bagaimana alat dan perlengkapan yang sempurna gagal untuk mencapai hasil yang baik, bila tidak ada kecintaan di dalam pekerjaannya?

Bila semakin sedikit dan kecil yang kita miliki sebagai awalan, maka semakin besar dan dalam-lah kecintaan yang harus kita tepatkan bagi pekerjaan kita.

Kecintaan adalah pengutuh kekuatan.

Bila dibandingkan dengan tantangan yang menghadapi kita dalam perjalanan menuju kecemerlangan hidup, tidak ada pribadi yang lebih kuat dari yang lain.

Di hadapan bukit granit yang menghalangi aliran sungai menuju sawah dan ladang kita, setiap orang di antara kita berbadan sama lemahnya. Kita semua sama lemahnya.

Yang berbeda adalah pribadi yang menguatkan diri.

Anda hanya berbeda, bila Anda menguatkan diri.

Maka perhatikanlah ini, tugas kita bukanlah menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan besar, tetapi melakukan sekecil-kecilnya pekerjaan dengan sebesar-besarnya kecintaan.

Bila pengetahuan dan kepandaian digunakan oleh pribadi yang penuh kecintaan seperti Anda, hanya langitlah yang bisa membatasi apa yang bisa Anda capai.

Cinta dan kecintaan adalah kualitas yang memperkaya orang miskin, dan ketiadaannya adalah yang memiskinkan para hartawan.

Apapun menjadi indah dalam pandangan yang mencintai, seperti apapun menjadi merdu dalam pendengaran yang mengasihi. Dan apapun menjadi lembut dalam sentuhan yang pengasih, seperti apapun terasa nikmat bagi hati yang penyayang.

Cinta dan kecintaan adalah pengaya yang sesungguhnya.

Dan yang ini harus Anda perhatikan. Bila Anda penyayang, Anda akan menjadi pemberi. Dan karena Anda memberi, Anda banyak menerima. Ketahuilah, kasih sayang mengubah pemberian menjadi penerimaan.

Ingatlah, bahwa hanya memiliki harta – tidak menjadikan kita kaya; bahwa bukan jumlah dan kualitas harta yang menjadikannya kekayaan, tetapi cinta dan kecintaan di dalam mendapatkan, memelihara, dan berbagi-lah yang menjadikan sebuah kehidupan itu kaya.

Cinta dan kecintaan-lah yang menjadikan apapun sebagai harta, dan yang kemudian menjadikan harta itu sebagai kekayaan.

Cinta dan kecintaan-lah yang memperkaya kehidupan.

Maka sambutlah hari ini dengan penuh kecintaan, syukurilah waktu-waktu tambahan yang masih diperkenankan bagi Anda untuk berkeluarga, bersaudara, bekerja, dan menjadi bagian yang penting dari kehidupan ini.

Advertisements

Setiap orang memiliki titik kesadaran te


Setiap orang memiliki titik kesadaran terhadap pemaknaan hidup.
Setiap pemaknaan itu didapatkan dari kecerdasan terhadapa 1001 pemakaan terhadap esensi kehidupan yang dijalani, yang disimaknya, yang digambarkan oleh orang lain, bahkan hasil berbagi pengalaman a.k.a curhat dengan orang lain. Melalui pemaknaan itu lah sisi terbaik manusia didapatkan. Itu dia titik kesadaran yang sejatinya.

Jangan sombong…


Jangan sombong jika masih bergantung pada jejaring sosial..

Jika masih bergantung pada komentar atau respons orang lain, perhatian orang lain, kepedulian orang lain, rasa empati orang lain bahkan telinga orang lain hanya untuk mendengar curhat kita, atau sengaja tidak menutup barak YM & View Chat di FBnya, maka jangan sesekali untuk sombong, karena dimanapun kita berada pasti acapkali membutuhkan orang lain.

Sekalipun karakter orang ‘One Man Show’, dalam kenyataannya tetap membutuhkan keberadaan orang lain untuk mengakui eksistensinya.
Sekalipun kita mengatakan tidak bergantung kepada orang lain, jika masih tetap mengandalkan orang lain, tidak dengan serta merta Anda mandiri, karena hakikat seorang makhluk adalah sosial bukan so sial.

Maka janganlah sombong jika masih membutuhkan  kesempatan untuk bersosialisasi.

Tak kan terganti


Telah lama sendiri
Dalam langkah sepi
Tak pernah kukira bahwa akhirnya
Tiada dirimu di sisiku

Meski waktu datang dan berlalu sampai kau tiada bertahan
Semua tak ‘kan mampu mengubahku
Hanyalah kau yang ada di relungku
Hanyalah dirimu mampu membuatku jatuh dan mencinta
Kau bukan hanya sekedar indah
Kau tak akan terganti

Tak pernah kuduga bahwa akhirnya
Tergugat janjimu dan janjiku

Mengapresiasi ‘KAHITNA’

rayuan


Jika rayuan adalah kata kunci untuk meluluhkan hati orang lain, kenapa tidak Anda merayu diri Anda untuk terus berupaya berbuat kebaikan, mengumpulkan energi positif & merayu diri untuk terus bersemangat secara sabar & ikhlas..

Mengapa Hati Membatu


Ibnu al-Qayyim rahimahullah mengatakan dalam kitabnya Bada’i al-Fawa’id [3/743], “Tatkala mata telah mengalami kekeringan disebabkan tidak pernah menangis karena takut kepada Allah ta’ala, maka ketahuilah bahwa sesungguhnya keringnya mata itu adalah bersumber dari kerasnya hati. Hati yang paling jauh dari Allah adalah hati yang keras.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pun berdoa kepada Allah SWT agar terlindung dari hati yang tidak khusyu’, sebagaimana terdapat dalam hadits, “Ya Allah, aku berlindung kepadamu dari ilmu yang tidak bermanfaat, dari hati yang tidak khusyu’, dari hawa nafsu yang tidak pernah merasa kenyang, dan dari doa yang tidak dikabulkan.” (HR. Muslim [2722]).

Diriwayatkan dari Uqbah bin Amir radhiyallahu’anhu, dia berkata, “Wahai Rasulullah, apakah keselamatan itu? Apakah keselamatan itu?”. Maka Nabi menjawab, “Tahanlah lisanmu, hendaknya rumah terasa luas untukmu, dan tangisilah kesalahan-kesalahanmu.” (HR. Tirmidzi [2406], dia mengatakan; hadits hasan. Hadits ini disahihkan al-Albani dalam Shahih at-Targhib [2741]).

Abu Sulaiman ad-Darani rahimahullah mengatakan [al-Bidayah wa an-Nihayah, 10/256], “Segala sesuatu memiliki ciri, sedangkan ciri orang yang dibiarkan binasa adalah tidak bisa menangis karena takut kepada Allah.

Di antara sebab kerasnya hati adalah :

    * Berlebihan dalam berbicara
    * Melakukan kemaksiatan atau tidak menunaikan kewajiban
    * Terlalu banyak tertawa
    * Terlalu banyak makan
    * Banyak berbuat dosa
    * Berteman dengan orang-orang yang jelek agamanya

Agar hati yang keras menjadi lembut
Disebutkan oleh Ibnu al-Qayyim di dalam al-Wabil as-Shayyib [hal.99] bahwa suatu ketika ada seorang lelaki yang berkata kepada Hasan al-Bashri, “Wahai Abu Sa’id! Aku mengadu kepadamu tentang kerasnya hatiku.” Maka Beliau menjawab, “Lembutkanlah hatimu dengan berdzikir.

Sebab-sebab agar hati menjadi lembut dan mudah menangis karena Allah antara lain :

    * Mengenal Allah SWT melalui nama-nama, sifat-sifat, dan perbuatan-perbuatan-Nya
    * Membaca al-Qur’an dan merenungi kandungan maknanya
    * Banyak berdzikir kepada Allah SWT
    * Memperbanyak ketaatan
    * Mengingat kematian, menyaksikan orang yang sedang di ambang kematian atau melihat jenazah orang
    * Mengkonsumsi makanan yang halal
    * Menjauhi perbuatan-perbuatan maksiat
    * Sering mendengarkan nasehat
    * Mengingat kengerian hari kiamat, sedikitnya bekal kita dan merasa takut kepada Allah SWT
    * Meneteskan air mata ketika berziarah kubur
    * Mengambil pelajaran dari kejadian di dunia seperti melihat api lalu teringat akan neraka
    * Berdoa
    * Memaksa diri agar bisa menangis di kala sendiri

[diringkas dari al-Buka’ min Khas-yatillah, hal. 18-33 karya Ihsan bin Muhammad al-‘Utaibi]

Tidak mengamalkan ilmu, sebab hati menjadi keras
Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Disebabkan tindakan (ahli kitab) membatalkan ikatan perjanjian mereka, maka Kami pun melaknat mereka, dan Kami jadikan keras hati mereka. Mereka menyelewengkan kata-kata (ayat-ayat) dari tempat (makna) yang semestinya, dan mereka juga telah melupakan sebagian besar peringatan yang diberikan kepadanya.” (QS. Al-Maa’idah : 13).

Syaikh As-Sa’di rahimahullah menjelaskan bahwa kerasnya hati ini termasuk hukuman paling parah yang menimpa manusia (akibat dosanya). Ayat-ayat dan peringatan tidak lagi bermanfaat baginya. Dia tidak merasa takut melakukan kejelekan, dan tidak terpacu melakukan kebaikan, sehingga petunjuk (ilmu) yang sampai kepadanya bukannya menambah baik justru semakin menambah buruk keadaannya (lihat Taisir Al-Karim Ar-Rahman, hal. 225)

Wallahu alam bishawab

Mutiara Al – Quran…


Semua Telah dijawab oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala…..

KENAPA AKU DIUJI ?

Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta. (QS. Al Ankabut : 2-3)

KENAPA AKU TIDAK MENDAPATKAN APA YANG AKU INGINKAN ?

Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (QS. Al Baqarah : 216)

KENAPA UJIAN SEBERAT INI ?

Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. (QS. Al Baqarah : 286)

RASA FRUSTASI ?

Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman. (QS. Al Imran : 139)

BAGAIMANA AKU MENGHADAPAINYA ?

Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung. (QS. Al Imran : 200)

Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’, (QS. Al baqarah : 45)

APA YANG AKU DAPAT DARI SEMUA INI ?

Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. (QS. At Taubah : 111)

KEPADA SIAPA AKU BERHARAP ?

“Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakkal dan Dia adalah Tuhan yang memiliki ‘Arsy yang agung.” (QS. At Taubah : 129)

AKU TIDAK DAPAT BERTAHAN LAGI ?

dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir.” (QS. Yusuf : 87)

Masih punya byk pertanyaan dan masalah??
Carilah Alqur”an dan bacalah kemudian resapilah maknanya,
maka kamu akan mendapatkan jawaban dan petunjuk yg jelas di dalamnya
Smoga bermanfaat…

Previous Older Entries