Rembulan…


Aku bukanlah rembulan yang menjaga malam
bukan pula mimpi yang menghiasi tidur
sebab keduanya pasti berlalu.

Aku adalah pakaian
cinta yang melindungimu
doa yang menghiasi tidurmu
dencing  embun di keningmu kala pagi mengurai tirai kelambu.

Advertisements

Ukuran keberhasilan…


Keberhasilan kita tidak hanya diukur dari seberapa besar dan tinggi daratan impian yang bisa kita capai di akhir perjalanan;
tetapi keberhasilan kita – terutama dinilai dari kualitas dari perjalanan kita.
Maka, Bila kita menjaga kualitas perjalanan harian kita, maka kapan pun perjalanan itu berakhir – perjalanan kita akan berakhir dengan baik.

Mengulangi hidup…


Bila aku harus mengulangi hidup ini, aku akan membuat kesalahan-kesalahan yang sama, tetapi akan aku pastikan bahwa aku menemukan  kesalahan-kesalahan itu jauh lebih awal.
Sehingga, keberhasilan akan datang lebih awal menjemput dan meng-elukan-ku. Aku tidak tahu takdir-ku, tetapi aku tahu hak-ku untuk berhasil.

Percakapan tak selalu tercipta dari kata…


Di lindap malam, kita tak nyalakan lilin hanya kilap bulan separuh lingkaran dibingkai kaca jendela dan siluet reranting.
Kita berhadapan tanpa sapa hanya tatapan tajam bersinar saling menembus keheningan segala kata menjelma debar di dada.
Memandangi semesta, dinda bintang – bintang bagai intan bertaburan menciptakan larik-larik puisi komposisi indah untuk kukalungkan di hatimu.
Setiap pertemuan adalah cakrawala tempatku munajatkan cinta di antara cahaya matamu: indah sehening doa.
Percakapan tak selalu tercipta dari kata.

Selalu salah #EsensiPosesif


Dulu memang kita saling bersama
Ku mengira tulus dalam kata
Tapi kini kamu memang berbeda
Ku terluka untuk selamanya

Caramu yang membuat diriku jauh
Kecewa di dalam hatiku
Ku tak mengerti cinta
Indahnya hanya di awal ku rasa
Mengapa kau benar
Dan aku selalu salah

Kini memang kita saling berpisah
Ku merasa sesal dalam kata
Tapi kini kamu memang bersalah
Kau berubah untuk selamanya
Sifatmu yang membuat diriku jenuh
Mendua di balik mataku

Ku tak mengerti dia
Cinta ini bukan hanya kau yang rasa
Ternyata dia bukanlah pujaan dalam hatiku
Ku tak mengerti cinta…

Mengapresiasi Geisha

Kesulitan adalah biaya untuk mencapai kebesaran.


Kekhawatiran menjadikan hal-hal kecil – tampil dengan bayangan besar.

Bila Anda terbiasa dengan ketelitian untuk mengerti masalah dan kesulitan, Anda akan segera menemui bahwa asal dari semua masalah besar adalah penelantaran hal-hal kecil yang penting.
Maka, secepat Anda mengenali kehadiran sebuah keharusan kecil, secepat itu pulalah Anda harus mendahulukan penyelesaiannya.
Kita semua sedang mengumpulkan sesuatu di dalam hidup kita ini, dan terkumpulnya sesuatu itulah yang menentukan kualitas hidup kita.
Ada yang mengumpulkan hasil-hasil baik – karena kebiasaannya untuk menyegerakan yang penting, dan ada yang mengumpulkan perasaan berhutang yang akut – karena kebiasaannya untuk menunda.
Bila kita tidak berbahagia, mungkin ada beberapa hal penting yang pelaksanaannya kita tunda.
Tetapi, akan ada saja beberapa pribadi yang ketidak-bahagiannya hari ini adalah karena dia melakukan terlalu banyak hal.
Dia tidak bergembira hari ini karena dia tenggelam di dalam lautan pekerjaan.

Tidak semua kesibukan adalah pekerjaan dan Tidak semua pekerjaan adalah pekerjaan untuk kita.

Ada pekerjaan yang sebaiknya dikerjakan oleh orang lain.
Ada pekerjaan yang sebaiknya hanya Anda yang mengerjakan.
Mereka yang tenggelam di dalam pekerjaannya, selalu adalah orang yang berusaha untuk mengerjakan hal-hal yang tidak perlu dikerjakannya.

Bila Anda melakukan sedikit pekerjaan,
tetapi itu adalah pekerjaan yang hanya dapat dilakukan oleh pribadi khusus seperti Anda – Anda tidak perlu melakukan banyak hal untuk mencapai hasil dari 1000 orang yang mengerjakan yang bukan pekerjaannya.

Maka,

Berfokuslah pada pekerjaan yang hanya Anda yang bisa melakukan.

Kesulitan adalah biaya untuk mencapai kebesaran.

Teruskan, itu satu-satunya cara untuk lulus.
Jadilah orang yang lebih kuat dari apapun yang bisa dilemparkan oleh kehidupan kepada Anda.Hanya pastikan bahwa Anda tidak mengorbankan apapun yang penting bagi keberlanjutan pelayanan Anda kepada orang banyak, hanya karena kesulitan pekerjaan dan beban yang sesaat dan sementara.

Anda lebih penting daripada pekerjaan Anda, bila ia membuat Anda merasa lemah dan kecil.

Pekerjaan Anda lebih penting daripada Anda, bila ia membuat Anda berbahagia dan bernilai bagi banyak orang.

aku disisimu…


Ketika kamu tertidur, aku di sisimu menjaga
merangkai permata kehidupan kita
hingga malam larut gulita
kusulam metafora dalam rajutan kata.
Mimpi indah tercipta.

Kutatap wajahmu, kamu manis pulas terlena
di ujung bibirmu senyum masih tersisa
seperti terselip sekuntum bunga.
Kucium bunga itu dengan kecupan mesra
di lembaran sajak kujadikan tandabaca.

Sebab itulah sajakku bermekaran warna
sebuah perjalanan di taman-taman surga
keindahan tak ada habisnya, tak ada matinya
terangkai makna ungkapan karya pujangga
di penghujung malam kupanjatkan sebagai doa.

Ketika kamu terjaga, kubacakan sebait cinta
kusaksikan sinar matamu menjelma bintang kejora
wajahmu putih ceria, pagi mengembang cahaya
itulah bagian terindah puisi yang kucipta
ketika kamu tersenyum bahagia.

Previous Older Entries