Munafik…


Katanya mau akur,
Nyatanya setiap hati tak pernah berbaur,
Masing – masing mengumbar takabur,

    Katanya mau bersatu seia sekata,
    Nyatanya setiap hati saling berseteru,
    Masing – masing memandang aku sebagai keakuan,

Katanya senista sedosa,
Nyatanya berhati serigala, berlagu lugu siap berlaga,
Saling mengintip kemudian menggila,

    Bagaimana bisa saling sayang,
    nyatanya dibelakang memandang pribadi sebagai sarang untuk saling serang,

Seolah menyatakan cinta,
Nyatanya hanya kata – kata nista yang tertutur dalam dusta dan cita – cita belaka,

    Sebagai teman yang mendukung arti sahabat dan persahabatan,
    nyatanya silaturahim saja enggan, hanya saja kedengkian dan pandangan sebelah mata,

Indah dilihat namun buruk dirasa
Manis bagai gula, di dalamnya racun belaka

    Dalam amanah, bertangung jawab, menyampaikan dalam laporan dan fakta aktual, membuka dan menutup kesempatan dan merangkai setiap keterbukaan,
    Alamak, menggunting dalam lipatan, formalitas belaka dan hanya fatamorgana seolah tanggung jawab, khianatnya terangkai begitu saja setelah tiada lagi pemaknaan tanggung jawab seutuhnya,

Seperti kawan, saling menyanjung, senda gurau, memuji dalam ungkapan
Di belakangnya sekat lawan, caci maki, menyebar dalam ghibah dan fitnah

    Bagaikan kekasih, saling melengkapi, menyanjung, berbelas kasih, mengungkapkan  hati se indah rasa
    Berbenah dalam kilaukan kata – kata mutiara,
    Ternyata berbagi hati, mendua, melupakan, egois, apatis, tak mau mengingat karena mudah sakit hati, berbenah perasaan,
    porak poranda dalam keinginan antara pandangan yang tak terjaga dan hawa nafsu,


Ya Rabb, tidak ingin semuanya menjadi bagian dari diri ini, jika memang ada, Engkau Maha Pengasih lagi Maha Penyayang dan Maha Pengampun dari semua taubat yang kami lakukan,
Lindungan kami dari setiap usaha syetan yang selalu menggoda dari segala arah sehingga kami lalai dan terjerembab dalam jurang kemunafikan, nista, dosa belaka,

Ya Rabb, yang Maha Mengendalikan hati dan membolak balikan hati kami, palingkanlah, tempatkanlah hati kami dalam suasana kerinduan, kesejukan, keindahan, keagungan rahmatMu, dalam sucinya hati.
Aamiin Ya Rabbal Aalamiin
.

Advertisements

Ngebahas Sombong …


Sombong adalah sikap mental yang mendustakan kebenaran dan menganggap remeh/melecehkan orang lain.
Sombong merupakan penyakit hati yang paling dibenci oleh Allah SWT karena sifat sombong hanyalah hak dari Allah SWT.

Ciri – ciri perilaku sombong:

  1. Menganggap orang lain lebih rendah dari dirinya
  2. Sakit hati apabila diberi masukan atau nasihat
  3. Berat melakukan ibadah, sekalipun ibadah hanya formalitas hanya ingin diketahui oleh orang lain bahwa dirinya shaleh
  4. Kata-katanya penuh hinaan dan cacian
  5. Sulit tersenyum terhadap orang lain, sekalipun tersenyum seolah mencibir dan menganggap sepele
  6. Selalu ingin lebih dalam pakaian maupun dalam asesoris duniawi lainnya
  7. Senang memotong pembicaraan orang lain
  8. Senang menyuruh dan memerintah seolah dirinya yang paling senior dan lebih dari orang lain
  9. Merasa lebih dari orang lain dan senang dipuji dengan kelebihannya
  10. Senioritas yang memanjakan dirinya untuk selalu ingin dihargai oleh orang lain

Penyebab sombong

Sifat sombong bersumber dari rasa diri memiliki kelebihan, lalu timbul bangga diri, rindu dan gemar dipuji. Kemudian menganggap orang lain tidak seperti dirinya, remeh dan lebih rendah darinya.

Kelebihan – kelebihan diri yang menyebabkan sombong / takabur:

  1. Harta
  2. Jabatan
  3. Gelar
  4. Fisik
  5. Jasa – jasa dimasa lalu
  6. Ilmu
  7. Keturunan
  8. Amal dan ibadah
  9. Penampilan
  10. dsb

Penderitaan orang sombong:

  1. Dibenci orang lain karena orang tidak merasa aman berada bersama orang – orang yang sombong
  2. Sulit berkembang karena tertutup dari nasihat dan kritik
  3. Jauh dari kebenaran karena hatinya mendustakan kebenaran
  4. Hidupnya sengsara dan hina

Riyadhah mengatasi sombong

  1. Belajarlah untuk mendengar, menerima, mengakui dan mensyukuri dengan kelapangan hati ketika mendapat nasihat atau masukan dari siapapun
  2. Belajarlah bergaul, bertemu, menyapa, mempersilahkan berkunjung, duduk bersama dengan orang – orang yang sebelumnya kita enggan bertemu karena merasa mereka lebih rendah statusnya dari kita
  3. Belajarlah menggunakan pakaian – pakaian sederhana dihadapan orang lain yang sebelumnya enggan karena khawatir hina dengan pakaiannya yang sederhana.
  4. Belajarlah untuk hadir memenuhi undangan orang – orang miskin dan membantu kebutuhan mereka yang sebelumnya kita enggan karena tertutup oleh kesombongan diri.
  5. Belajarlah openminded – membuka diri dan mengakui kelebihan orang lain dan kekurangan diri
  6. Belajarlah berpikir positif
  7. Latihlah diri untuk tawadhu namun jangan sombong ketika ketawadhuan itu dilakukan

Hamba berlindung kepada Mu, Ya Rabb dari sifat sombong dan tinggi hati, dan memohon ditetapkan dalam kerendahan hati. Aamiin Ya Rabbal Aalamiin.

Tersindir…


Tidak usah merasa tersindir, jika kita tidak melakukannya.
Jangan terpancing dengan omongan orang yang mungkin saja menyindir baik secara langsung maupun tidak.
Apa yang orang lain katakan, sesuai dengan isi hatinya, pikirannya, kebiasaannya.
Jika isi hatinya terbiasa dengan kebencian, fitnah, sumpah serapah, sempit hati, justifkasi, memojokan, kritis, perkataan sia – sia, maka isi pembicaraanya tidak jauh dengan perihal demikian, mudah tersinggung, menggunjing dan mengeluarkan kata – kata seolah – olah muntah. Naudzubillah.
Namun jika hatinya terbiasa dengan kelapangan hati, berpikir positif, maka setiap perkataanya menyejukkan, berkata dengan sopan dan santun, bukan kata – kata manis, namun proporsional, sekalipun sedikit namun memberikan pemaknaan yang dalam bagi setiap pendengarnya. Subhanallah.

Aku Harus Jujur …


Maafkan kali ini aku harus jujur
Kau harus tau siapa aku sebenarnya
Terfikir dalam ingatku tentang cinta terlarang
Selama ini ku pendam

Jangan salahkan keadaan ini sayang
Semua adalah keterbatasan ku saja
Tak mampu menjadi yang kau mau
Aku mencoba dan aku tak mampu

Tak bisa lagi mencintaimu
Dengan sisi langitkuuu
Aku tak sanggup jadi biasa
Aku tak sanggup

Tak ada satupun yang mungkin bisa
Terima kau seperti aku
Mohon jangan salahkan aku lagi
Ini aku yang sebenarnya

Tak mampu menjadi yang kau mau
Aku mencoba dan ku tak mampu

Aku tak sanggup

nyontek dari om krispatih ^_^

Posted with WordPress for BlackBerry.

Yakin ah…


Yakinlah sebagaimanapun orang lain mendengki dan membenci kita, tidak akan pernah mengubah karunia serta nikmat yang Allah SWT anugrahkan kepada kita.

Posted with WordPress for BlackBerry.

Yuuk Bersihkan Hati…


Memang benar kita adalah manusia normal yang akan senantiasa menghadapi hal – hal yang tidak bisa diduga dalam hidup ini.

Tapi semua itu hendaklah tidak menjadikan hati kita menjadi keruh dan kotor. Sebab semakin keruh dan jengkel, kita akan semakin mudah terluka dan tersinggung. Hasilnya kita pun akan mudah merasa runyam dan pusing.

Kita akan dibuat lemah oleh pikiran kita sendiri.
Oleh karena itu hendaklah kita menghilangkan segala sesuatu yang membuat hati kita dongkol.

Seperti air yang di dalamnya ada kotoran yang mengendap, maka jika diaduk – aduk air tersebut akan menjadi keruh. Dan perbuatan dalam air yang keruh, yakni hati yang kotor, tidak akan menjadi baik dan benar.

Kita harus cerdas melatih mengendalikan hati kita. Sebab jika tidak mau melatih diri dan senantiasa memelihara hati kita dalam kekotoran, maka kita akan merasa diri ini seolah olah masuk dalam lingkungan yang berisi ular, singa dan binatang buas lainnya.
Setiap kita melangkah akan membuat hati cemas, takut, dan cape’.
Padahal seharusnya yang kita lihat adalah anggrek, melati, dan mawar serta keindahan lainnya.

Subhanallah, orang yang berhati bersih akan dijanjikan oleh Allah SWT sebagaimana firman-Nya dalam al-Quran surat asy-Syams ayat 9.

“Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu … “.

Semoga Allah SWT membuat kita semakin terampil mengelola kekayaan kita yang sangat besar, yakni hati kita.
Karena dengan hati yang bersih, kita akan mengenal Allah SWT dengan baik, kita akan memiliki kekuatan dan kemampuan yang melimpah.

Kekuatan dan kemampuan inilah yang dapat membuat hati berbuat sesuatu dengan lebih hebat dari yang kita duga.
Dan memang inilah arti dari hidup di dunia ini, menjadi hamba Allah SWT dan menjadi khalifah yang dapat berbuat sesuatu yang bermanfaat.

Ingat, sob hidup di dunia bukan sekedar mampir belaka, tetapi kita sedapat mungkin meninggalkan karya yang bermakna bagi kehidupan di dunia dan berarti bagi kehidupan di akhirat kelak. Insya Allah.

Posted with WordPress for BlackBerry.

Ngebahas Kritik lagi…


Bagi kebanyakan orang, kritik barangkali sebuah barang tabu. Entah karena kultur kondisi sosial, kebiasaan atau sebab lain. Padahal kritik konstruktif ibarat sebuah cermin tempat kita melihat muka sendiri. Bayangkn jika kita menyisi rambut, mencukur kumis, memakai bedak, memakai lipstik, tanpa bercermin?

Suatu hal sulit untuk bersikap kritis dan lebih sulit lagi untuk siap dikiritis.
Kritikan seperti pil pahit yang tidak semua oang mau dan mampu menelannya. Seringkali kritik membuka mata kita, namun sisi lai kritik itu sekaligus menyakitkan hati kita.

Tapi dapatkah kita membayangkan hidup tanpa kritikan? Ketika itulah kita akan dikelilingi para penjilat, orang – orang yang carmuk, manusia – manusia bertopeng.

Kita tanpa sadar menjadi terasing dari diri kita sendiri, menuntun kita menjadi orang yang egois, keras kepala bahkan naudzubillah keras hati.

Padahal teman yang baik adalah teman yang mau bersikap kritis terhadap kita.

Ketika kita muai menutup mata dan telinga dari kritik yang tidak kita inginkan, ketika itu pula kita sebenarnya membuang mutiara – mutiara yang sebenarnya kita butuhkan, menyia-nyiakan teman yang dengan ikhlas bersikap jujur dan peduli dengan kita sehingga yang tersisa di sekitar kita hanyalah para penipu berkedok, orang – orang bermuka manis di depan kita padahal di belakang kita mungkin saja mereka menertawakan bakan merongrong dan menghancurkan kita.

Namun tentu saja tidak semua kritik bermanfaat. Kita harus memiah dan memilih kritik – kritik yang konstruktif dan biarkan saja terbang bersama angin kritik – kritik yang menghancurkan.

Jangan pula kritik menjadikan kit minder dan jatuh, justru sebaliknya, kritik adalah tolok ukur yang menunjukkan tingkat keberhasilan kita dan menjadi penyemangat untuk berbuat yang lebih baik.

Kritik – kritik itu sekaligus menunjukkan bahwa kawan – kawan / sahabat kita adalah orang – orang yang betul – betul peduli dengan kita dan bukan orang – orang yang bermuka manisa yang hanya mau ‘memanfaatkan’ kita.
Pun sebaliknya kita arus mampu bersikap kritis kepda teman – teman kit meskipun itu tidak mereka inginkan.

Seorang teman yang baik adalah bukan teman yang selalu ada saat diinginkan, tapi dia akan selalu ada saat dibutuhkan.

Jangan keras kepala, sob.
Openminded cara terbaik ^_^.

Justru kritik adalah cara Allah SWT untuk mengingatkan hamba-Nya, syariatnya lewat siapapun, bersyukurlah dan tumbuhlah dengan kritik itu sebagai cambuk menjadi orang yang tegar, sabar dan ikhlas. Insya Allah.

Posted with WordPress for BlackBerry.

Previous Older Entries