Cinta


Tuhan…
Saat aku menyukai seorang teman, ingatkanlah aku bahwa akan ada sebuah akhir, sehingga aku tetap bersama yang tak pernah berakhir

Tuhan…
Ketika aku merindukan seorang kekasih, rindukanlah aku kepada yang rindu cinta sejati – MU, agar kerinduanku terhadap – Mu semakin menjadi

Tuhan…
Jika aku hendak mencintai seseorang, temukanlah aku dengan orang yang mencintai – MU, agar bertambah kuat cintaku pada – Mu

Tuhan…
Ketika aku sedang jatuh cinta, jagalah cinta itu, agar tidak melebihi cintaku pada – Mu

Tuhan…
Ketika aku berucap aku cinta padamu, biarlah kukatakan kepada yang hatinya tertaut pada – Mu, agar aku tak jatuh dalam cinta yang bukan karena – Mu

Sebagaimana orang bijak berucap,
mencintai seseorang  bukanlah apa – apa,
dicintai seseorang adalah sesuatu,
dicintai oleh orang yang kau cintai sangatlah berarti,
tapi dicintai oleh Sang Maha Pencinta adalah segalanya..

Advertisements

Makna Sebuah Titipan


Sering kali aku berkata, ketika orang memuji milikku, bahwa:
sesungguhnya ini hanya titipan,
bahwa mobilku hanya titipan Allah
bahwa rumahku hanya titipanNya,
bahwa hartaku hanya titipanNya,
bahwa putraku hanya titipanNya,

Tetapi, mengapa aku tak pernah bertanya, mengapa Dia menitipkan padaku?
Untuk apa Dia menitipkan ini padaku? Dan kalau bukan milikku, apa yang harus kulakukan untuk milikNya ini?

Adakah aku memiliki hak atas sesuatu yang bukan milikku?
Mengapa hatiku justru terasa berat, ketika titipan itu
diminta kembali olehNya?

Ketika diminta kembali, kusebut itu sebagai musibah,
kusebut itu sebagai ujian, kusebut itu sebagai petaka,
kusebut dengan panggilan apa saja untuk melukiskan bahwa itu adalah derita.

Ketika aku berdoa, kuminta titipan yang cocok dengan hawa nafsuku,
aku ingin lebih banyak harta, ingin lebih banyak mobil,
lebih banyak popularitas, dan kutolak sakit, kutolak kemiskinan, seolah semua “derita” adalah hukuman bagiku.

Seolah keadilan dan kasihNya harus berjalan seperti matematika:
aku rajin beribadah, maka selayaknyalah derita menjauh dariku,
dan nikmat dunia kerap menghampiriku.
Kuperlakukan Dia seolah mitra dagang, dan bukan kekasih.
Kuminta Dia membalas “perlakuan baikku”.
dan menolak keputusanNya yang tak sesuai keinginanku.

Gusti, padahal tiap hari kuucapkan, hidup dan matiku hanyalah untuk beribadah…

“Ketika langit dan bumi bersatu, bencana dan keberuntungan sama saja”

WS Rendra

Arti menunggu


Telah lama aku bertahan, demi cinta wujudkan sebuah harapan
Namun ku rasa cukup ku menunggu, semua rasa tlah hilang

Sekarang aku tersadar, Cinta yang ku tunggu tak kunjung datang
Apalah arti aku menunggu, bila kamu tak cinta lagi

Dahulu kaulah segalanya,
Dahulu hanya dirimu yang ada di hatiku
Namun sekarang aku mengerti, tak perlu ku menunggu sebuah cinta yang sama

Mengapresiasi Raisa

Perkawinan..


Perkawinan bukan pertandingan sepak bola,
tidak ada yang harus mencatat kemenangan

Perkawinan bukan pelajaran sejarah,
tidak ada yang perlu menghapal pertempuran-pertempuran masa lalu

Perkawinan bukan kampanye politik,
yang penuh dengan janji-janji yang tidak akan ditepati

Perkawinan bukan komputer,
tidak ada batas jumlah memori untuk mengingat saat-saat indah

Perkawinan bukan persaingan,
kalau pasangan anda kalah berarti anda menang.
Ingat jika pasangan anda kalah berarti anda juga kalah

Perkawinan bukan mobil,
kita tidak bisa menukar yang lama dengan model baru setiap seribu mil

Perkawinan bukan bursa saham,
investasi dalam perkawinan selalu memberikan keuntungan

Perkawinan bukan taman hiburan dimana anda bisa keluar begitu kesenangannya berakhir.
Perkawinan adalah hubungan yang cukup anda percayai untuk tetap tinggal sampai kesenangannya kembali

Perkawinan bukan putri dan pangerannya diatas kuda putih, berkuda bersama menuju matahari terbenam.

Perkawinan adalah seorang pria dan wanita yang saling mencintai didunia nyata, menghadapi masalah-masalah nyata, berbagi suka dan cita nyata, dan menjalani semuanya itu dengan tetap menjadi sahabat terbaik.

Bahagia tanpamu…


Tengah malam, saat suram, mengukur jalan
Bawa luka, masih segar oleh deraan
Tak ada arah, ikuti kaki melangkah
Lelampuan, jalan lenggang, tersedu

Telah lama kuterbayang bakal terjadi
Burung terbang dari sarang, tiada kembali
Adalah engkau, memusnahkan kepercayaan Langit hitam, saksi meradang sukmamu

Usailah cerita, lelaki dan cinta
Terkunci pintu sampai akhir

Biar sepi memagut, Dan luka kubalut
Biar hampa merayu Sendiri berlalu
Hari ke hari Bahagia tanpamu…

Mengapresiasi dekade – katon

Pertemuan singkat…


pertemuan singkat dan berjalan sangat cepat
tidak disangka aku langsung terhipnotis olehmu
setidaknya kamu sempat menjadi milikku
meskipun tak lama, hal itu telah membuat ku bahagia

kau buat hidupku tak berarti tanpa kamu
kini kau menghilang

dengan masalah besar dihadapi, segitu saja perjuanganmu untukku
setidaknya kamu sempat menjadi milikku
meskipun tak lama, hal itu telah membuat ku bahagia

Mengapreasisi widi

Janji setia…


Perjalanan waktu telah membawaku, menemukanmu kembali kisah laluku
tahukah kau sepeninggal engkau pergi, ku merasa hampa, ku kehilanganmu
mungkin saat itu ku mengabaikanmu, tak pernah menganggap kau kekasih hatiku dan
ketika ku sadari kau telah pergi ternyata dirimu begitu berarti

Takkan ku sia-siakan cinta tuk mencintaimu, jika masih ada kesempatan untuk ku kembali
betapa berat hidupku tanpamu, rindu ini begitu menyesakkan hati
takkan pernah aku jatuh cinta lagi, selain dirimu, hanya kepadamu
dan ku berjanji setia takkan lagi berpaling darimu, jika harap ini kan menjadi nyata ku berjanji setia

Previous Older Entries