Sayang..


Seseorang takkan pernah menyadari ada yang menyayangi sepenuh hati disaat orang itu milik yang dicintainya.

Advertisements

Yuuuk..


Marilah kita mengikhlaskanlah diri untuk mengasihi pasangan kita sepenuhnya, karena dia adalah anugrah. Tidak semata – mata Allah SWT menciptakan dia untuk kita dan sebaliknya, jika tidak ada maksud untuk saling berbagi kasih dan sayang, sehingga kita bisa hidup dan tumbuh bersama setiap kasih dan sayang.

Jangan lihat..


Sebaiknya Anda jangan terlalu melihat masa lampau dengan penyesalan; jangan pula melihat masa depan dengan ketakutan; tapi lihatlah sekitar Anda dengan penuh kesadaran, daya ubah dan pemaknaan. Buatlah perbedaan dengan berbuat kebaikan

Mencintai…


Mungkin seseorang yang mencintai Anda, tidak bisa memberikan alasan mengapa ia mencintai Anda. Namun dia hanya tau, di mata dia, Andalah satu satunya, maka jangan tanyakan cinta, tunjukanlah bagaimana Anda mencitai

Menyalahkan orang lain…


Sebelum Anda menuding atau menyalahkan orang lain, ingatlah bahwa tidak ada seorang pun yang tidak berdosa, suatu saat nani kita harus menghadap pengadilan Allah SWT dan mempertanggungjawabkan segala perbuatan yang pernah kita lakukan, sadar maupun tidak.

Bijaksana…


Karena hakikat seseorang adalah bijaksana, maka jika sesekali berbuat ceroboh, bukan karena ia tidak bijak, namun karena kehendak dirinya yang tidak sepakat dengan kehedak hatinya, sekalipun hati itu acapkali berkata benar

Kiat sukses…


Berbagi, dulu pernah disampaikan oleh guru saya ketika masih disalah satu pesantren di bandung, rumus ini dijadikan sebagai rumus standar santri dalam kehidupan keseharian – untuk menggapai kesuksesan di dunia dan akhirat, Insya Allah salah satu solusi cerdas dalam menguatkan diri marifat kepada Allah SWT – melalui aktualisasi diri.
Rumus itu kita sebut, “Kiat Sukses dengan 7 B”:

  1. Beribadah dengan benar & istiqamah, jika hidup tanpa ibadah yang benar ibarat hidup tanpa pondasi, bangunan tanpa pondasi akan roboh. Dengan beribadah dengan benar Insya Allah akan membuat kita semakin tawadhu dan kokoh kepada Allah SWT. Sekalipun ibadah itu sedikit namun jika disertai dengan niat yang ikhlas serta istiqamah – konsisten melaksanakanya, tidak akan pernah luput sedikitpun dari pengawasan Allah SWT, sehingga selalu berbekas baik bagi diri maupun siapapun yang merasakan kebaikan kita. Insya Allah.
  2. Berakhlak mulia – baik, ibadah bagus siang dan malam, namun selesai shalat mulut kotor, tidak jujur, sombong, perkataanya menyakitkan, penuh kedengkian, hasad, fitnah, bergunjing, dsb, apalah artinya ibadah, kalau tidak dibarengi akhlak baik, hampa seolah debu diatas batu yang tertiup angin – bagai air di daun talas.
  3. Belajar tiada henti. Akhlak sudah baik, ibadah bagus tapi itu tidak cukup karena masalah akan bertambah, potensi konflik bertambah; kebutuhan semua berambah, bagaimana mungkin menyikapi segala persoalan dengan ilmu yang tidak bertambah sedangkan ciri sukses adalah orang – orang yang cinta ilmu dengan belajar secara sabar & istiqamah.
  4. Bekerja keras dengan cerdas dan ikhlas, yang harus standar ada pada diri kita adalah bekerja optimal dengan pemikiran yang cerdas, karena ada yang kerja keras tetapi akal tidak digunakan akibatnya cuma jadi pekerja keras saja. Setiap pekerjaan yang kita lakukan benar – benar terencana, terukur, dievaluasi dengan baik dan cermat sehingga tidak ada sedetik pun yang sia – sia, setiap detik produktif dan memiliki produktivitas optimal.
  5. Bersahaja dalam hidup, ada orang yang bekerja keras tetapi sia – sia, karena ditipu oleh keborosan, bermegah – megah, diperdaya, dikutuk oleh orang lain, dan menjadi sumber kedengkian. Kenapa? Karena tidak bersahaja, padahal akibat gemar bersahaja maka kemampuan keuangan kita justru bisa lebih tinggi, sehingga bisa menyimpan uang, bersedekah, dan berinvestasi. Dari sinilah, budaya masyarakat kita diharapkan bukan budaya mempunyai barang, tetapi budaya berinvestasi.
  6. Bantu sesama, alat ukur kita setelah bersahaja adalah kemampuan membantu orang lain. Misal: membuat lapangan kerja sebanyak mungkin, kita berbuat dengan kerja keras membantu banyak orang, sehingga orang lain lebih maju lagi. Jika semua pihak telah memiliki prinsip seperti ini, maka akan tercipta ikatan ukhuwah yang semakin erat. Sekali lagi, alat ukur sukses bukan dengan melejit sendiri, tetapi bagaimana kita mengangkat dan membantu orang lain.
  7. Bersihkan hati selalu, Mengapa? Allah SWT tidak menerima amal, kecuali ikhlas. Jangan merasa ujub, dengan tidak merasa berjasa, dengan tidak merasa paling bisa, dengan tidak merasa paling mulia, tetapi semua ini adalah karunia Allah SWT. Semua ini adalah karunia Allah SWT sehingga seharusnya jika kita merasa beruntung karena dijadikan jalan. Jalan rezeki bagi si papa, jalan ilmu bagi yang buta, jalan kesuksesan & jalan kebaikan bagi semuanya. Biarlah Allah SWT yang membalasnya.

Semoga bermanfaat, semoga Allah SWT menjadikan kita pribadi yang sukses dunia dan akhirat. Insya Allah. Aamiin Ya Rabbal Aalamiin.

Previous Older Entries