Keburukan dalam pikiran…


Keburukan dalam pikiran dan hati, menyita banyak waktu, dan menjadikan hari – hari kerja Anda pendek dan malam – malam Anda panjang tanpa tidur. Namun sebaliknya Anda yang hanya mengijinkan kebaikan sebagai pikiran dan perasaannya, akan menikmati produktif-nya hari – hari kerja yang panjang, dan indahnya malam – malam, walaupun mungkin sama – sama tanpa tidur.

Advertisements

Cinta terselubung…


Tak biasa jika Aku hanya membujuk perasaan,
mengakui dirimu kembali terlibat pergulatan hati,
perasaan – perasaan yang sama, pernah menghamba, mendampingi, memuja, doktrin sebagai kuasa atas cinta padamu,
Aku sendiri belum bisa lepas dari perasaan itu, mungkin masih ada jejak – jejak dirimu.
Saat malam dengan cinta, sayang, dan rindu.
Begitu jauhnya saat itu dari keburukan hati, hampa dan nestapa.
Adanya kita saling melengkapi perasaan, menyatu dalam lembaran – lembaran pengalaman memuja cinta
Hanya setahun, begitu ku lupa, begitu juga aku memalingkan muka, mulai menutup diri dari perasaan memujamu, membuka lebar pada tangan lain yang sejatinya saling memuliakan
Sampai kapanpun perasaan ini tidak dapat dibohongi, aku selalu mencuri waktu hanya sekedar mencari tahu kabar sekalipun hanya thumbnail.
Sekedar mengobati rasa rindu, meskipun tak kuasa dengan sapa dan cerita.
Aku selalu mencintaimu meski tak mungkin kuasa cinta merangkul kita dalam satu.

Romantisasi pagi…


Gerimis yang berteduh di pinggir jendela, seperti sedang memanggilmu
bukalah kaca basah itu dan biarkan ia masuk, mungkin ia ingin menangis di pelukanmu.

Matahari rupanya datang menjemput, diketuknya pula kaca dengan cahayanya yang lembut
gerimis yang rindu wajah itu hanya bisa tersipu, lalu kulihat pelangi mengambang di jendela.

Peristiwa di atas selalu berulang, setiap kali aku mengecupmu di pagi hari
kau memandang dengan sekuncup melati, lalu kautanamkan doa di antara sudut mataku.

konklusi…


Awal dari kelahiran kita, bukanlah pilihan kita. Dan akhir dari kehidupan kita, bukanlah kewenangan kita untuk menentukan. Maka, tugas kita adalah menjadikan waktu antara kelahiran dan akhir kehidupan kita, sebagai keberadaan yang sejahtera, yang berbahagia, dan yang secemerlang mungkin.

Janganlah kekhawatiran kita mengenai masa depan, menjadikan kita pribadi yang sikap, pikiran, dan tindakannya justru akan mewujudkan yang kita khawatirkan.

Tidak mungkin Allah SWT yang sangat mengasihi kita, akan membiarkan kita sampai pada akhir yang buruk, jika kita memperhatikan keindahan dari sikap, pikiran, dan tindakan kita dalam keseharian kita.

Ingatlah, bahwa keberhasilan bukanlah hanya akhir dari suatu perjalanan, tetapi terutama adalah kualitas dari perjalanan itu.

Hari ini, bersungguh-sungguhlah untuk menghadiahkan diri Anda sebagai kilauan emas kehidupan dari keluarga Anda yang tercinta.

Doa & tawakal…


Dijelaskan terdahulu tawakal diikat dengan amalan dan telah dimaklumi bahwa tawakal dilakukan dengan menyandarkan diri hanya kepada Allah. Tawakal ini akan tampak jelas sekali ketika berdoa, karena orang yang berdoa ketika berdoa maka ia memohon pertolongan kepada Allah dan menyerahkan urusannya hanya kepada-Nya saja.

Demikian juga tawakal tidak terwujud kecuali dengan melakukan sebab-sebab yang diperintahkan syariat dan doa adalah sebab terpenting dalam mewujudkan tawakal. Melihat hal ini perlu sekali kita mengenal urgensi doa bagi seorang muslim yang bertawakal kepada Allah.

Urgensi doa bagi seorang hamba.

Doa bukanlah sesuatu yang asing ditelinga kita dan dalam benak kita. Insya Allah kita semua telah melakukannya dan telah mengerti maksud dan pengertiannya. Namun, terkadang kita lupa mengerjakannya bila tidak mengalami masalah atau musibah. Karena itu, perlu sekali kita mengetahui urgensi doa dalam kehidupan agar memotivasi untuk memperbanyak doa.

Memang tidak dapat dipungkiri tingginya urgensi, keutamaan dan hasil yang didapat dari memperbanyak doa. Nah, disini kami hanya menjelaskan beberapa diantaranya saja.
1. Doa adalah ibadah penting yang diperintahkan Allah. Dan tidak pernah berdoa termasuk kesombongan yang mengantar pelakunya masuk neraka. Hal ini dijelaskan Allah dalam firmanNya,

“Dan Tuhan-mu berfirman, ‘Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Ku-perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku[berdoa kepada-Ku] akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina.’” (QS. Ghafir: 60).

Ayat yang mulia ini menunjukkan doa adalah ibadah yang Allah perintahkan kepada hamba-Nya. Kemudian menamakan orang yang tidak mau berdoa sebagai orang yang sombong yang mendapat ancaman masuk neraka.

2. Doa adalah sesuatu yang paling mulia disisi Allah, sebagaimana dijelaskan Rasulullah dalam sabda beliau,

“Tidak ada yang lebih mulia atas Allah dari doa.” (HR. Bukhari dalam Al-Adab Al-Mufrad dan dinilai hasan oleh Syeikh Al-Albani dalam Shahih Al-Adab Al-Mufrad, 549).

3. Doa menjadi sebab menolak kemurkaan Allah sebagaimana sabda Rasulullah,

“Siapa yang tidak meminta kepada Allah niscaya Allah murka kepadanya.” (HR. Ahmad dan At-Tirmizi dan dinilai hasan oleh Syeikh Al-Albani dalam Shahih Al-Adab Al-Mufrad, 512).

Jelaslah doa seorang hamba termasuk kewajiban terpenting, karena menjauhkan sesuatu yang menjadikan Allah murka adalah wajib tanpa khilaf. (lihat Tuhfah Adz-Dzaakirin, hal. 31).

4. Doa menjadi sebab digagalkan bala (bencana) sebelum terjadi, sebagaimana sabda Rasulullah,

“Tidak ada yang bisa menolak takdir kecuali doa.” (HR. Ahmad dan dinilai hasan oleh Syeikh Al-Albani dalam Shahih Al-Jaami’, 7687).

Bahwasanya berdoa itu termasuk takdir Allah. Terkadang Allah akan menetapkan suatu takdir untuk hambanya dengan syarat ketika dia tidak berdoa. Namun jika dia berdoa, maka Allah menghapus takdir tersebut untuknya. (lihat Tuhfah Adz-Dzaakirin hal. 31).

5. Doa menjadi sebab dihilangkan bencana setelah terjadinya, sebagaimana dijelaskan Rasulullah dalam sabdanya,

“Siapa yang dimudahkan berdoa maka dibukakan baginya pintu-pintu rahmat. Allah tidak ditanya sesuatu yang diberi lebih Dia sukai dari permintaan sehat (afiyah), karena doa bermanfaat pada musibah yang telah terjadi dan yang belum terjadi. Maka wajib bagi kalian -wahai hamba Allah- untuk berdoa.” (HR At-Tirmizi dan dinilai hasan oleh Syeikh Al-Albani dalam Shahih Al-Jaami’, 3409).

Dan sudah sepantasnya, seorang hamba apabila mendapatkan rasa suka dan semangat untuk segera memperbanyak doa. Karena itu, akan dikabulkan dan akan ditunaikan kebutuhannya dengan keutamaan dan rahmat Allah. Sebab dibukanya pintu-pintu rahmat adalah tanda dikabulkannya doa.

6. Doa menjadi sifat hamba Allah yang bertakwa, seperti dijelaskan Allah dalam firman-Nya,
“Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada Kami dengan harap dan cemas dan mereka adalah orang-orang yang khusyu’ kepada kami.” (QS Al-Anbiya’: 90).

7. Doa menjadi sebab ke-istiqamah-an dan kemenangan atas musuh. Seperti dalam doa Thalut dan tentaranya ketika berhadapan dengan Jalut dan tentaranya yang jauh lebih besar dan lengkap,

“Ya Tuhan Kami, tuangkanlah kesabaran atas diri Kami, dan kokohkanlah pendirian Kami dan tolonglah Kami terhadap orang-orang kafir.” (QS. Al-Baqarah: 250).

Dan hasilnya adalah tentara Thalut berhasil mengalahkan tentara Jalut dengan izin Allah dan (dalam peperangan itu) Daud membunuh Jalut.

Demikian sebagian urgensi dan hasil yang dicapai dari doa, mudah-mudahan dapat memotivasi kita untuk lebih giat dan semangat memperbanyak doa kepada Allah.

Cinta yang teramat besar…


Cinta yang teramat besar pada makhluk, kadang dapat membuat kita tak bisa mencintai lagi.

Romantisme…


Ketika hujan turun dan temurun ke relung kalbu
dengarlah nyanyiannya mewakili sajak-sajakku
susah payah kurangkai ribuan bait
agar kau dengar lebatnya kalimat rindu
tiada henti berkilatan dalam batin
rasakan gemuruhnya dalam erat dekapanku.

Warna-warni payung menari di jalanan
rampak menitik air berjatuhan, desau angin berbisik sayup di dahan
basah dedaunan, basah bunga-bunga, basah seluruh pelataran
jejakjejak kita bermekaran dalam genangan
pada kata cinta kutemukan airmata netes perlahan
lalu kaubiarkan wajahmu kuseka dengan kecupan.

Tiap hujan kita melangkah di celah gemuruhnya
mendengarkan deru hujan merasakan angin menari dan bercanda
kadang kita tembus derasnya dengan terguyur dalam mesra
berguncang-guncang jejak air di atas payung kita
iramanya seperti derap sajak menyusun bait cinta
begitu lembut begitu merdu begitu syahdu.

Kita mensyukuri hujan. Kita jatuh hati pada hujan
hujan menghapus debu-debu bimbang di kelopak-kelopak kembang
mengubah catatan lara menjelma loncatan airmata bahagia
bertaburan rintiknya menggenangi jejak-jejak kita
hujan turun dan cintaku menuliskan tetesnya di hatimu
berkaca-kaca tatapanmu. Biarkan cinta menitik abadi.

Previous Older Entries