Luv u so much more and more and more… beib ^_^


Dari aku untukmu beib… luv u so much

Cahaya cinta menyinari, berkilauanlah selautan kasih
Bercahaya bagaikan butiran permata seolah-olah terapung dipermukaannya

    Aku menjejaki pantai rindu, mengutip kasih yang terdampar
    Kau merantaikannya satu demi satu, dengan kasih sayang mu kini menjadi prasasti cinta

Walau tidak dibasahi hujan, namun tetap terasa menyegarkan
Biarpun rembulan tidak di ribaan, namun cahayanya cukup menerangi bayangan

    Harumlah cinta duniawi, sewangi kasturi syurgawi
    Semoga bahagia jadi milik kita, nan abadi selama-lamanya

Ku saksikan rintihan berlalu, ombak resah yang menghempas diri
Hanyutkanlah kedukaan, bawalah jauh daripada bayangan

    Andai sinar mentari, terlindung di balik redupan awan yang berlabuh, singkaplah tirai kasihmu
    Agar bisa ia menyinarkan cahayanya untuk kita berdua

*puisi ini untuk para istri tercinta atau pasangan yang sudah sah sebagai suami istri, semoga menjadi nilai ibadah untuk keduanya. Insya Allah. Aamiin.

Advertisements

Ya Rabb ..


Allohumma shalli ala muhammad wa ala ali muhammad,

Ya Rabb, Engkau Maha Tahu siapa diri ini, setiap lintasan hati ini, setiap pandangan mata ini, setiap pemikiran dan perlakuan diri ini, hamba tak ubahnya lautan dosa, setiap langkah yang tak tertata, setiap pandangan yang tak terjaga, setiap pembicaraan yang sia-sia, tercurah begitu saja, karena kealfaan hamba, karena kelalaian hamba yang selalu melupakan diri-Mu.

    Ya Rabb, Engkau Maha Memahami setiap keinginan yang ada dalam hati ini, setelah beribu – ribu dosa yang hamba lakukan, baik yang hamba sadari maupun tidak, hamba bersimpuh, memohon pengampuan dari-Mu, atas segala dosa itu Ya Rabb.

Ya Rabb, Engkau Maha Mengetahui setiap aktivitas ibadah hamba, hamba sering shalat, namun Engkau Maha Tahu berapa persen shalat hamba yang khusyuk, berapa banyak shalat hamba yang diterima oleh-Mu, hamba masih memprioritaskan kehidupan dunia dibanding dengan bersimpuh dihadapan-Mu, hamba masih mementingkan ketercapaian cita-cita dunia dibanding dengan cita-cita meraih syurga-Mu, meraih limpahan Rahmat dan hidayah-Mu.

    Ya Rabb, setiap Adzan berkumandang hamba masih bergelut dengan kehidupan dunia, hamba seolah lalai dengan seruan-Mu, perintah dan tanggung jawab pekerjaan seolah menjadi prioritas utama dalam hidup hamba, padahal Engkau Maha Pencemburu karenanya, Ya Rabbi ampunilah hamba Ya Rabb, hamba telah lancang berbuat itu kepada-Mu, Ya Rabb bimbinglah diri ini, hati ini supaya hamba tetap membaktikan diri ini kepada-Mu, sesibuk apapun keadaanya.

Ya Rabb, hamba menyadari begitu banyak kata-kata sia-sia yang hamba ucapkan, kata-kata yang tidak pada tempatnya, candaan yang berlebihan, candaan yang membuat orang seakan – akan lupa kepada-Mu, Ya Rabb ampunilah diri ini Ya Allah, bimbinglah diri ini, hati ini, lisan ini agar tetap terjaga dari kata-kata sia- sia, dan kata yang tidak seharusnya diucapkan, bimbinglah Ya Rahman sehingga setiap perkataan hamba selalu bermanfaat dan mengajak kepada yang ma’ruf dan menghindari yang munkar, dan terhindar dari riya, ujub, takabur, suudzan, fitnah, ghibah dan dengki.

    Ya Rabb, Yang Maha Membolak-balikan hati, hamba memohon kepada-Mu Ya Allah, bimbinglah diri ini, hati ini, supaya selalu ikhlas berbuat kebaikan, selalu sabar menjalani setiap cobaan baik dalam keadaan lapang maupun sempit, jangan biarkan diri ini lupa kepada-Mu, jangan biarkan diri ini diliputi tipu daya syetan, hamba takut jauh dari-Mu, hamba tidak kuat menahan azab dari-Mu Ya Rabb.

Ya Rabb, Yang Maha Pengampun, ampunilah dosa hamba Ya Rabb, tundukan hati hamba dengan iman, yakinkan diri ini dengan doa, hauf dan raja kepada-Mu, lembutkan jiwa hamba dengan taubat – taubatan nasuha, sehingga tidak ada keinginan juga kerinduan dalam diri hamba untuk berbuat sedikitpun maksiat kepada-Mu.

    Ya Rabb, jangan biarkan diri hamba melangkah di dunia-Mu dengan kesombongan dan berbangga diri, Ya Rabb rahmatilah diri ini dengan rahmat-Mu, iringi setiap langkah hamba dengan ridha-Mu, sayangilah hamba dengan cinta-Mu dan muliakanlah hamba dengan syafa’at-Mu seperti kepada Rasul-Mu, terimalah amal ibadah hamba & berkahilah rizki hamba. Lindungilah hamba sebagaimana Engkau melindungi orang-orang yang shaleh.

Ya Rabb, kabulkanlah permohonan hamba. Aamiin Ya Rabbal Aalaamiin.

Diam Produktif …


Dalam upaya mendewasakan diri, salah satu langkah awal yang harus dipelajari adalah cara menjadi pribadi yang berkemampuan dalam menjaga serta memelihara lisan dengan baik dan benar. Sebagaimana yang disabdakan Rasulullah SAW,

    Barangsiapa yang beriman kepada Allah SWT dan hari akhir hendaklah berkata benar atau diam” (HR. Bukhari).

Berikut ini saya coba elaborasi beberapa keutamaan diam – diam produktif tentunya.

  1. Hati selalu terjaga dan tenang, dengan menghemat kata melalui diam produktif berarti hati akan terjaga dari riya, ujub, takabur atau aneka penyakit hati lainnya yang akan mengeraskan dan mematikan hati kita. Hal ini membuat kita lebih banyak waktu untuk berzikir dan tafakur. Buahnya, hati akan terasa jauh lebih tenteram
  2. Hemat dari dosa, sikap diam produktif memperkecil peluang tergelincirnya kata-kata yang kita ucapkan. Dengan demikian, dosa pun akan semakin tipis. Diharapkan pula, kedudukan kita di sisi Allah SWT akan terjaga. Artinya, kita terhindar dari kesalahan kata yang menimbukan murka Allah SWT, seperti kata-kata kemusyrikan, kemunafikan, atau perkataan dosa lainnya
  3. Terjauh dari masalah, memilih sikap diam aktif, akan menghemat kata-kata yang berpeluang menimbulkan masalah. Tidak akan ada salah paham dan orang yang tersinggung. Diam produktif juga tidak akan menimbulkan permusuhan dan kebencian.
  4. Lebih bijak, sikap diam produktif akan membuat kita menjadi pendengar dan pemerhati yang baik. Dengan begitu, diharapkan ketika menghadapi suatu persoalan, pemahaman kita akan lebih mendalam. Insya Allah pengambilan keputusan pun jauh lebih bijak dan arif.
  5. Lebih berwibawa, tanpa disadari, sikap dan penampilan orang yang diam produktif akan menimbulkan wibawa tersendiri. Orang lain akan menjadi leih segan untuk mempermainkan atau mereehkannya. Hal ini sangat baik untuk menjaga kehormatan dan harga diri kita.
  6. Hikmah kan muncul, hal yang tidak kalah pentingnya, orang yang mampu menahan diri dengan diam produktif akan membuat qolbunya lebih bercahaya. Dia akan dapat memberikan ide dan gagasan yang cemerlang. Semua itu karena hikmah tuntunan dari Allah SWT yang menyelimuti hati, lisan, sikap dan perilakunya. Bisa kitalihat, para ahli hikmah memiliki ciri khas, yaitu banyak diam, tafakur, dan zikir.

Jadi dengan kata lain diam produktif memiliki arti, kesungguhan dengan kesadaran penuh, untuk menahan diri dari keinginan berkata-kata, sesudah merenungkan akibat atau niat yang melatarbelakangi keinginannya untuk berbicara.

Namun, dia tetap memaksimalkan interaksi dengan untaian “perkatan” melalui perbuatan berupa kesungguhan untuk mendengarkan secara tulus, memperhatikan secara seksama, juga memberikan respons yang tepat, hangat, cermat dan padat makna. Insya Allah.

Dimengerti…


Jika ingin dimengerti oleh orang lain, cobalah untuk memahami dan mengerti perasaan orang lain, mencoba berempati dan simpati akan menumbuhkan pengertian yang bijak kepada sesama. Insya Allah.

Ajaib…


Abdullah bin Muqatil semoga dirahmati oleh Allah SWT berkata:

  • Aku takjub kepada cucu Nabi Adam, Allah SWT memilihnya dengan zat-Nya sedangkan Allah SWT tidak butuh kepadanya,  tetapi ia berpaling kepada Allah SWT padahal ia sangat butuh kepada Allah SWT
  • Aku heran kepada orang yang menyibukan dirinya dengan sesuatu padahal ia tahu bahwa ia telah dibebaskan daripadanya
  • Aku heran kepada orang yang memerintahkan sesuatu yang ia sendiri tidak mengerjakannya dan memarahinya karena tidak melakukan pekerjaan itu
  • Aku kaget kepada orang yang membenci pendurhaka tetapi ia sendiri pendurhaka (pemaksiat)
  • Aku heran kepada orang yang senang ditaati tetapi ia sendiri tidak taat kepada Tuhannya
  • Aku heran kepada orang yang mencaci maki orang lain karena buruk sangka tetapi ia sendiri tidak mencela dirinya dalam keyakinan

Hatim Al Asham semoga dirahmati oleh Allah SWT berkata:

  • Aku heran kepada orang yang malu kepada makhluk Allah SWT tetapi ia tidak malu kepada Penciptanya
  • Aku heran terhadap orang yang meminta ridha hamba Allah SWT tetapi ia tidak meminta ridha Tuhannya
  • Aku heran terhadap orang yang mencintai orang yang taat tetapi ia sendiri pembuat maksiat.
  • Aku heran kepada orang yang mengenal Allah SWT tetapi ia berpaling kepada-Nya.
  • Aku heran terhadap hamba yang memakan rizki Allah SWT tetapi ia tidak bersyukur kepada-Nya.
  • Aku heran terhadap orang yang membeli budak (pelayan) dengan hartanya tetapi kenapa ia tidak membeli orang merdeka dengan cara yang ma’ruf dan perkataan yang baik

Yahya bin Mu’adz semoga dirahmati oleh Allah SWT berkata:

  • Aku heran terhadap orang yang merendahkan dirinya kepada manusia, padahal ia mendapatkan dari Allah SWT apa yang ia inginkan
  • Aku heran terhadap orang yang makanannya mewah, tetapi bermaksiat kepada Tuhan Yang Maha Lembut
  • Aku heran terhadap orang yang takut kehilangan dunia, tetapi ia tidak takut akan kehilangan din


Khunais bin Abdillah semoga dirahmati oleh Allah SWT, berkata:

  • Aku takjub terhadap orang yang bangun shalat malam, puasa pada siang harinya, dan meninggalkan semua hal yang dilarang oleh Allah SWT tetapi senantiasa ditemui dalam keadaan menangis dan berduka cita (sedih) – (tanda – tanda orang yang mendapat rahmat).
  • Aku heran terhadap orang yang hanya tidur pada malam harinya, main pada siang harinya, banyak berbuat dosa tetapi ia tidak pernah ditemui kecuali dalam keadaan ketawa dan gembira (tanda – tanda orang celaka).

Eksistensi diri …


Hakikat eksistensi diri adalah berani mengakui kesalahan diri, berani mengevaluasi diri, berani memperbaiki diri, berani jujur pada diri sendiri, berani mengakui kelebihan orang lain dan memaafkan/menerima kekurangannya dan berani mengakui bahwa keberadaan diri tidak terpisahkan dari kehendak Allah SWT, pada akhirnya merasa diri kecil dan tak berarti dihadapan-Nya. Sehingga tak ada apa-apa yang harus dibanggakan selain karunia dari Allah SWT.

Ya Rabb bimbinglah diri ini supaya tetap marifat kepada-Mu. Aamiin.

Wasiat…


Sepuluh wasiat Hasan Al Banna, mari kita baca, renungkan, dan kerjakan secara ikhlas dan sabar

  1. Dalam kondisi bagaimanapun, dirikanlah shalat ketika mendengarkan adzan.
  2. Baca atau dengarkanlah Al Quran dan ingatlah Allah SWT, jangan habiskan sebagian waktu pada hal-hal yang tidak berguna.
  3. Berusahalah untuk bisa berbicara bahasa arab fushah (baik, tidak pasaran), sebab itu termasuk doktron islam.
  4. Jangan memperbanyak debat dalam setiap urusan bagaimanapun bentuknya, sebab pamer kepandaian dan apa yang dinamakan riya itu tak akan mendatangkan kebaikan sama sekali.
  5. Jangan banyak tertawa, sebab hati yang selalu berinteraksi dengan Allah SWT adalah hati yang tenang dan khusyuk.
  6. Jangan bergurau, sebab suatu umat yang gigih berjuang tak mengenal selain kesungguhan.
  7. Jangan mengeraskan suara melebihi apa yang dibutuhkan pendengar, sebab itu merupakan kecerobohan dan menyakiti orang lain.
  8. Jauhi dari menggunjing orang dan menjelek-jelekan kelompok atau organisasi, jangan membicarakan selain kebaikannya.
  9. Kenalkan diri Anda kepada saudara seiman dan seperjuangan walaupun Anda tak dituntut, sebab dasar dakwah kita adalah cinta dan kenal.
  10. Ketahuilah bahwa kewajiban itu lebih banyak daripada waktu yang tersedia, maka bantulah saudaramu untuk menggunakan waktunya dengan sebaik-baiknya dan jika Anda punya kepentingan (tugas) selesaikan segera.

Insya Allah. Semoga kita istiqamah melakukannya. Aamiin.

Semoga bermanfaat.

Previous Older Entries