Taufik ilahi



Pada setiap malam, Rasulullah SAW bertahajud di salah satu pojok kamarnya lalu membaca Alquran dan bermunajat.
Di antara munajat yang sering dibaca adalah:

Wahai Tuhanku, janganlah Engkau sandarkan aku pada diriku sendiri walaupun sekejap mata.
(HR Abu Bakr dan Ibnu an Najjar, lihat Kanzul Ummal 5057).

Salah seorang istri Rasul SAW berkata,

Saat mengulangi doa ini, air mata Rasul SAW selalu berderai sampai menetes ke pahanya.
Karena kasihan, aku berkata, `Wahai Rasulullah, engkau adalah utusan Allah SWT, mengapa takut jika Allah SWT menyandarkanmu kepada dirimu sendiri (tanpa perhatian).
‘ Rasul menjawab, ‘Wahai hamba Allah, sesungguhnya Bal’am bin Ba’uro, telah diberi sesuatu dari al-ismu al-a’zham oleh Allah, kemudian Dia membiarkan Ba’uro pada dirinya sendiri sekejap mata, maka celaka dan hancurlah dia’.

Agar sukses di dunia dan di akhirat, setidaknya ada tiga hal yang dibutuhkan setiap insan.
Pertama, taufik atau pertolong an Allah.
Kedua, nasihat yang muncul dari dalam dirinya se hingga merasakan ada dosa yang telah dilakukannya lalu menyesalinya.
Dan ketiga, ada orang yang selalu menasihatinya.

Secara bahasa, taufik berarti pertolongan.
Menurut terminologi Islam, taufik adalah pertolongan Ilahi dalam meraih dan mendapatkan hidayah, ketakwaan, dan kesuksesan hidup di dunia dan akhirat.
Orang yang mendapat taufik maka dialah orang yang mendapat pertolongan Allah SWT.
Dengan pertolongan itu, dia akan senantiasa mendapatkan bimbingan menjadi mukmin.
Orang yang jauh dari pertolongan Allah SWT maka dia akan senantiasa berada dalam kesulitan dan kehinaan.
Bisa jadi harta bendanya melimpah, tapi hidupnya jauh dari ridha dan kasih sayang Allah SWT.

Banyak orang mengira bahkan meyakini bahwa dirinya mendapatkan hidayah melalui bimbingan akal dan kehebatannya memperoleh harta berkat usahanya, kelelahan, dan per juangan bisnisnya.
Mereka lupa bahwa sesungguhnya yang memberikan semua itu bukanlah kehebatan akalnya atau kemampuan otot yang dimilikinya, melainkan karena kuasa dan pertolongan Allah SWT.

Mengapa banyak orang yang lebih cerdas otaknya, kuat badannya, dan giat usahanya tapi rezekinya sedikit?
Kekuatan jasmani, otak, dan kecerdasan saja tidak cukup untuk mencapai tujuan selama disertai taufik Ilahi.
Qarun dihancurkan Allah SWT karena merasa bahwa kekayaan yang dimilikinya adalah usahanya sendiri.

Qarun berkata, ‘Sesungguhnya aku hanya diberi harta itu, karena ilmu yang ada padaku’.
(QS Al Qashash 78).

Karena itu, kita wajib mensyukuri segala nikmat yang diberikan Allah SWT, karena itulah bentuk taufik atau hidayah-Nya kepada kita. Tak ada kekuatan apa pun di dunia ini yang sebanding dengan kuasa Allah SWT.
Kita tidak bisa hanya mengandalkan kekuatan fisik tanpa disertai dengan usaha batin (doa dan hidayah Allah). Sebab, tanpa ridha Allah SWT maka semuanya akan sia-sia. Banyak ulama yang berdoa, “Ya Allah, karuniakan kepadaku taufik-Mu agar mampu taat dan jauh dari maksiat.

Ada empat hal yang menyebabkan kita jauh dari taufik Ilahi, yaitu:

  1. Melakukan hal-hal haram dan syubhat,
  2. Mencintai dunia secara berlebihan,
  3. Melakukan kemaksiatan, dan
  4. Enggan membantu orang mukmin.

Wallahu alam bishawab.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s