Seburuk – buruknya teman


Allah SWT memerintahkan umat manusia untuk pandai dalam memilih teman sebagai pergaulan hidup.
Sebab, bila salah dalam memilih teman maka akan rusaklah kehidupannya.
Dalam hal ini, Allah SWT telah menyampaikan tentang sosok teman yang harus dihindari.

Barang siapa yang menjadikan setan sebagai temannya maka ketahuilah setan itu adalah seburuk-buruk teman.
(QS an-Nisa [4]:38).

Peringatan yang terkandung dalam ayat di atas adalah berlaku bagi semua umat manusia supaya tidak menjadikan setan sebagai kawan hidupnya.
Persahabatan antara manusia dan setan tersebut tercermin dalam kekufuran dan kemaksiatan yang diperbuat oleh manusia itu sendiri. Ketika seseorang melakukan perkara dosa yang diharamkan oleh syariat agama, seperti syirik, berzina, membunuh, mencuri (korupsi), meminum khamr, berjudi, mengonsumsi obat-obat terlarang, memfitnah, meninggalkan dan shalat fardu, maka pada hakikatnya dia sedang asyik berkawan dengan setan.

Setan pun terhibur karena dalam siksa neraka nanti dia tidak sendirian.
Sebaliknya, orang yang konsisten dalam menjalankan ketataan kepada Allah SWT, melaksanakan segala bentuk perintah-Nya dan menjauhi segala hal yang dilarang-Nya, maka ia berjaya menjadikan setan itu sebagai musuhnya.
Inilah golongan yang selamat dan beruntung karena surga yang telah dijanjikan Allah SWT kepadanya tengah menanti.
Sebagaimana dimaklumi bahwa setan itu adalah iblis yang senantiasa menghalang – halangi manusia dari jalan yang lurus serta selalu menghasut dan mendorongnya kepada kesesatan.

Misi setan ini dilukiskan dalam surah al-A’raf [7] ayat 16-17.
Setan berjanji akan terus menggoda anak cucu Adam hingga hari kiamat.
Al-Hasan mengartikan bahwa maksud dari ayat di atas, setan akan memerintahkan manusia untuk mengerjakan keburukan dan ia jadikan keburukan tersebut sebagai perkara yang bagus dan menyenangkan dalam pandangan mereka.
Ibnu Abbas RA mengatakan, dalam ayat ini iblis tidak mengatakan `dari atas mereka’, sebab dia tahu bahwa Allah SWT akan melindungi hamba-Nya dari bagian atas mereka.
Sedangkan menurut as-Sya’bi, bahwa Allah SWT akan menurunkan rahmat dari atasnya.
Dan Qatadah pula menjelaskan,

Wahai anak adam! Setan itu akan mendatangi kamu dari segala arah, tetapi dia tidak mampu mendatangimu dari atas kamu.

Adapun misi setan adalah menyesatkan manusia.

Setan itu terus-menerus memberikan janji-janji dan angan-angan kosong kepada manusia, dan segala yang dijanjikan itu tidak lain adalah tipu daya belaka.
(QS an-Nisa [4]:120).

Setan akan menjanjikan kefakiran kepada kamu dan memerintahkan kamu sekalian supaya melakukan perkara yang buruk dan keji. Sedangkan Allah menjanjikan ampunan dan keutamaan (kenikmatan) kepada kamu sekalian.
(QS alBaqarah [2]:268).

Dari uraian di atas, jelaslah bahwa bagi seorang mukmin yang bertakwa, status setan adalah musuh, bukan teman.
Bagi siapa saja yang menjadikan setan sebagai teman, maka sebetulnya ia adalah seburuk-buruknya teman.
Mudah-mudahan kita dilindungi dari segala godaan setan yang terkutuk. Wallahu a’lam bishawab.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s