Kekuatan Doa Orang Tua


Pada suatu hari, ketika seorang ibu menyaksikan sendiri peri laku buruk anaknya, di pengujung malam ia berdoa mengharap dan memohon sepenuh hati kepada Allah SWT.
Ia berharap, Allah SWT memberi hidayah kepada buah hatinya itu agar menjadi orang yang berguna di dunia dan di akhirat.

Di tengah keheningan malam bersama guliran detik doa-doa itu dipanjatkan, hingga tak terasa azan Subuh telah berkumandang. Namun, tatkala muazin mengumandangkan `ash-shalatu khairum minan-naum’ (shalat lebih baik daripada tidur), tiba-tiba terdengar suara kaki yang turun dari lantai atas. Sedikit demi sedikit suara itu semakin mendekat menuju arah kamarnya.
Perlahan si ibu mengangkat kepalanya dan ternyata suara itu adalah suara kaki anaknya yang baru saja ia doakan.
Ia hanya terdiam ketika melihat basah di tangan anaknya bekas siraman air wudhu.

Tanpa bicara, setelah mengecup kepala ibunya, ia langsung pergi untuk melaksanakan shalat Subuh.
Melihat perubahan yang sangat drastis itu, si ibu hanya bisa mengikuti langkah anaknya yang semakin menjauh dari pandangan mata yang berkaca-kaca dan perasaan terharu.
Sejak itulah, anak tersebut tidak pernah lagi menampakkan perilaku yang buruk.
Ia telah menjadi orang saleh yang taat beribadah.

Kisah di atas mengingatkan kita, para orang tua, tentang pentingnya doa untuk kebaikan anak-anak.
Doa termasuk hal penting yang harus se lalu dipegang teguh.
Melalui doa, rasa cinta dan kasih sayang kepada anak akan bertambah mekar di dalam hati.
Karenanya, orang tua hendaknya memohon kepada Allah agar Dia meluruskan anaknya dan masa depannya.

Ada tiga macam doa yang tidak diragukan lagi, pasti diterima, yaitu doa orang yang teraniaya, doa seorang musafir, dan doa orang tua kepada anaknya.“ (HR Tirmidzi).

Janganlah kalian mendoakan keburukan kepada diri kalian, janganlah kalian mendoakan keburukan kepada anak-anak kalian, janganlah kalian mendoakan keburukan kepada pelayan-pelayan kalian, dan janganlah kalian mendoakan keburukan kepada harta kalian. Janganlah kalian men doakan keburukan. Sebab, jika waktu doa kalian bertepatan dengan saatsaat dikabulkannya doa, Allah mengabulkan doa kalian (yang buruk itu).“ (HR Abu Dawud).

Selaku orang tua hendaknya meneladani orang-orang saleh terdahulu yang selalu mendoakan kebaikan anak-anaknya.

Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat. Ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku.“(QS Ibrahim [14]: 40).

Ya Tuhan Kami, anugerahkanlah kepada kami, istri-istri kami, dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orangorang yang bertakwa.“ (QS al-Furqon [25]: 74). Amin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s