Menjadi keluarga Allah SWT



Diakui atau tidak, era modern telah menggiring sebagian besar umat Islam hanyut dalam kesibukan duniawi.
Nyaris waktu 24 jam tersita untuk urusan kerja, bisnis, ataupun beragam kegiatan lainnya. Bahkan, karena begitu sibuknya, tidak sedikit diantara Muslim yang mulai meninggalkan kitab sucinya, Alquran, baik meninggalkannya dalam arti mulai jarang membaca, memahami, mentadaburi, maupun meninggalkannya dalam arti tidak lagi begitu antusias untuk menata hidup dengan menerapkan nilai-nilainya.

Alquran tidak lagi menjadi panduan dalam memandang hidup dan kehidupan ini. Akibatnya, sangat jarang atau mungkin sangat langka pada zaman ini kita menemukan seorang Muslim yang ucapan dan perbuatannya benar-benar sesuai dengan kandungan Alquran.

Sebaliknya, cukup banyak umat Islam yang mulai asing dengan kitab sucinya. Padahal, Alquran adalah mukjizat akhir zaman yang dijamin kebenaran dan keautentikannya oleh Allah SWT.
Hal ini Allah SWT tegaskan dalam firman-Nya,

“Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Alquran, dan sesungguhnya kami benar-benar memeliharanya.“ (QS 15: 9).

Oleh karena itu, tidak semestinya seorang Muslim membiarkan diri jauh dari Alquran. Setidaknya, kecintaan terhadap Alquran harus selalu kita upayakan terjaga dan terpelihara setiap saat, di mana pun, dan dalam keadaan apa pun.

Sebab, Allah SWT memberikan banyak keutamaan bagi kaum Muslimin yang mau membaca dan menadaburi Alquran.
Satu di antara keutamaan membaca Alquran adalah berupa pahala yang besar.

“Sesungguhnya Alquran ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lurus dan memberi kabar gembira kepada orangorang mukmin yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar.“ (QS 17: 9).

“Barang siapa membaca satu huruf dari Kitabullah (Alquran), maka dengannya ia akan mendapat satu kebaikan; satu kebaikan dilipatgandakan menadi sepuluh kali; aku tidak mengatakan alif lam mim adalah satu huruf, tapi alif satu huruf, lam satu huruf, dan mim satu huruf.“ (HR Tirmidzi dari Ibnu Mas’ud ra).

Dalam riwayat yang lain, Rasulullah SAW menegaskan bahwa mempelajari Alquran itu sangat besar pahalanya.

“Hendaklah seorang di antara kamu berangkat setiap hari ke masjid, lalu mempelajari dua ayat dari Kitabullah (Alquran).
Itu lebih baik baginya daripada dua ekor unta.
Jika bisa tiga (ayat), ya tiga (ayat), hadiah untanya sebanyak jumlah ayat-ayat (yang dipelajari) itu.“ (HR Muslim).

Hal ini sudah cukup memberikan satu argumentasi yang sangat kuat bahwa seyogianya umat Islam itu mentradisikan diri untuk selalu membaca Alquran. Sesibuk apa pun, setiap Muslim wajib membaca dan menadaburi Alquran.

Alquran adalah firman Allah SWT.
Membacanya akan mendatangkan pahala besar, mentadaburinya akan meneguhkan keyakinan, dan mengamalkannya akan mengundang keridaan Allah SWT. Bahkan, Allah SWT akan menjadikan mereka sebagai anggota keluarga-Nya.

“Sesungguhnya Allah SWT mempunyai keluarga dari kalangan manusia. Beliau ditanya, `Siapa mereka wahai Rasulullah?’ Rasul SAW menjawab, `Mereka adalah ahlul Qur’an, mereka adalah keluarga Allah, dan orang-orang khusus-Nya.’“ (HR Ahmad dan Ibnu Majah).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s