Taubat


Negeri ini sudah seharusnya bertaubat. Sudah terlalu banyak dan terlampau lama dosa dan kemaksiatan negeri ini.
Pemimpin dan para wakil rakyat tidak lagi amanah, rakyatnya pun mudah marah. Aparat penegak hukum hanya garang jika pelakunya wong cilik.
Bahkan, perzinaan sudah tidak malu lagi didemonstrasikan di depan umum. Kekayaan berputar hanya pada golongan kaya dengan muslihat dan praktik ribanya. Sedangkan yang miskin bertambah miskin, sehingga menghalalkan segala cara; merampok dan membunuh.

Allahu akbar. Sudahi semua kezaliman yang menghinahancurkan negeri ini. Bertaubatlah wahai Indonesia.

“Bersegeralah mengharap ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orangorang yang bertakwa, yaitu orangorang yang menafkahkan hartanya, baik di waktu lapang maupun sempit dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan kesalahan orang dan Allah menyukai orangorang yang berbuat kebajikan. Dan, juga orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampunan terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni do sa selain daripada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedangkan mereka mengetahui.“ (QS Ali Imran [3]: 133).

Ketahuilah, negeri ini akan kembali terhormat, jika setiap individu menyudahi kesalahan dan bertaubat. Hal itu akan menambah kecintaan dan kedekatan seorang hamba dengan Tuhannya karena sesungguh nya Allah sangat mencintai orangorang yang bertaubat dan menyucikan diri. (QS al-Baqarah [2]: 222).

Taubat dalam Islam tidak mengenal perantara, bahkan pintunya selalu terbuka luas. Allah selalu membentangkan tangan-Nya bagi hambahamba-Nya yang ingin kembali kepada-Nya.

“Sesungguhnya Allah membentangkan tangan-Nya pada siang hari untuk menerima taubat orang yang berbuat kesalahan pada malam hari sampai matahari terbit dari barat.” (HR Muslim).

Merugilah orang-orang yang berputus asa dari rahmat Allah dan membiarkan dirinya terus-menerus melampai batas. Padahal, pintu taubat selalu terbuka dan sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya asal semua penduduk negeri ini mau bertaubat. (QS atTahrim [66]: 8 dan an-Nur [24]: 31).

Saatnya kita melakukan amalan berikut:
Pertama, an-nadm, penyesalan atas maksiat yang pernah dilakukan bahkan merasa perih hati dan mudah menangis kalau ingat masa lalu.
Kedua, al-i’tiqad, berjanji dan bersumpah untuk tidak mengulanginya lagi. (QS Ali Imran [3]: 135).
Ketiga, dawamul istighfar, terusmenerus minta ampunan Allah. Abu Bakar ash-Shiddiq memohon kepada Rasulullah, “Ajarkanlah aku doa yang bisa aku panjatkan saat munajat.“ Maka, beliau pun berkata, “Bacalah: Allahumma inni zholamtu nafsi zhulman katsiran wala yaghfirudz dzunuba illa anta faghfirli maghfiratan min `indika warhamni innaka antal ghofurur rohiim.“ (Muttafaq alaihi).
Keempat, al-iman bimaghfiratihi, yakin sepenuh hati bahwa Allah Maha Pengampun dan Penerima Taubat (QS az-Zumar [39]: 53).

Mengapresiasi Al – ustadz Muhammad Arifin Ilham

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s