Cycling for the soul


Rute ini sebenarnya sudah direncanakan dan ditawarkan sekitar 2 bulan yang lalu, namun dengan berbagai pertimbangan dan kesibukan masing – masing, akhirnya baru terlaksana menjelang tahun baru bergulir.
Rute cukup jauh, total perjalanan sampai 30 KM, dan waktu tempuh efektif tanpa rehat memakan waktu sekitar 2,5 jam, dengan kecepatan standar 3 x 9spd.
Rute goes, Mesjid Agung Lembang – Cikidang – Ciputri – Pasar Ahad – Cibedug – Grafika (cikole) – Area Downhill Cikole – Hutan pinus – Downhill Mini Jayagiri – Lembang.

Konsep awalnya sebenarnya hanya ingin test drive rakitan sepeda baru, namun dan ingin sesukanya saja bersepeda jauh, namun pagi – pagi sebelum persiapan berangkat, sahabat sekaligus motivator mengirim pesan singkat beliau akan ikut ambil bagian dalam mengarugi jalur “aneh” cikidang – jayagiri. Alhamdulillah akhirnya bisa membantu teman – teman yang relatif “newbie” untuk coaching selama perjalanan ^_^. Akhirnya benar apa yang disangka selama perjalanan kita dimotivasi dengan berbagai ungkapan – ungkapan, olokan semangat dan kecerdasan – kecerdasan lain sehingga kita bisa berpikir ulang tentang makna setiap goesan.

Beberapa ungkapan motivasinya diantaranya:

  1. Masa orang Bandung tidak tahu Bandung jangan hanya bolak – bolik kantor – rumah – kantor saja, bergaulnya hanya dengan orang – orang itu saja, sampe pensiun hanya tau jalan menuju kantor dan rumah, padahal masih banyak jalur lain yang bisa nambah silaturahim dan rambah rizki, memalukan.. ^_^”
  2. Bedanya pesepeda pemula dengan pesepeda professional adalah :
    2.1. Pesepeda professional bersepeda dengan teknik, metode, serta kualitas pengaturan fisik yang bagus sedangkan pesepeda pemula bersepeda dengan gaya, fisik apadanya, yang penting sepeda bagus, goesan belakangan ^_^.
    2.1. Pesepeda professional memahami kapan waktu yang tepat untuk mengatur nafas dan rehat, pesepeda pemula, kapan dan dimanapun asala view bagus pasti berhenti ^_^. (beda yang lainnya silakan cari saja).
    2.2. Pesepeda professional tidak khawatir menggunakan sepeda mahal, pesepeda pemula khawatir dan kadang sepeda murah inginnya disebut mahal ^_^.
  3. Naik sepeda tidak sekedar asal goes dan melaju, perlu pengetahuan dasar sehingga efektif dan berdampak pada kesehatan
  4. Bersepeda itu tidak sekedar bagusnya sepeda [speed, frame, fork, dan kesiapan sepeda lainnya], namun juga tekad kuat dan kayuhan “istiqamah”, tidak memaksakan urat kaki, tetapi bersepeda sesuai dengan ritme jantung.

Meski tertatih – tahih menaklukan tanjakan terjal dan single track yang butuh handling dan teknik kayuhan yang tepat, akhirnya perjalanan pun sampai ke pintu gerbang jayagiri.

[bersambung]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s