Biduk Yg Tenggelam!!!


Kehidupan bagaikan biduk, Sebuah biduk tak akan terbebas dari guncangan ombak(Baik Besar atau kecil).
Begitu juga batin kita tidak akan terbebas dari guncangan, guncangan ombak perasaan seperti senang susah,sayang marah, cinta benci, berani takut, suka Kecewa.
Maka keseimbangan batin kita dapat menjadi goyah dan miring.
Bahkan mungkin Batin Kita akan tenggelam ke dalam Lautan perasaan itu.
Kalau kita Bisa Mengendalikan semua perasaan itu.
Karena perasaan itu sebenarnya hanyalah permaianan pikiran saja.
Pikiran yg dilandasi kacamata untung rugi.
Seperti Hujan. Ketika kita membutuhkan hujan, maka kita akan menganggap atau menilai bahwa hujan adalah menyenangkan dan membuat bathin kita bahagia.
Tapi ketika kita tidak membutuhkan hujan, maka kita akan menganggap atau menilai hujan adalah menyusahkan dan membuat bathin kita kecewa dan bersedih.
Padahal hujan adalah hujan. Salah satu sunatulloh.
Kitalah yg menilai untung ruginya.

Begitu juga semua hal yg terjadi pada diri kita.
Kitalah yg menentukan, makin dalam kita memahami hakikat kehidupan maka jiwa atau bathin makin kokoh dan Makin Bijaksana dalam menjalani hidup dan kehiduan tidak mudah goyah menghadapi Ombak lautan perasaan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s