Keseimbangan…



Setiap hubungan akan berjalan baik jika konsep memberi dan menerima berada pada posisi yang seimbang atau minimal mendekati seimbang.
Masalah sering kali timbul ketika minimal salah satu pasangan merasa kehilangan keseimbangan ini.
Jika pemberi selalu memberi dan penerima selalu menerima pasti akan diikuti dengan kejengkelan.
Pemberi mungkin mulanya senang memberi, namun akhirnya akan kesal dan merasa hanya dimanfaatkan.
Dan selalu berada di pihak penerima tidak banyak berguna untuk membuat sipenerima merasa dibutuhkan.

Namun yang cukup unik, orang yang mengira diri mereka selalu memberi seringkali pada kenyataannya adalah orang yang selalu menerima.
Seorang Pemberi, sesuai sifat alaminya adalah BUKAN PENGELUH.
Mereka biasanya bahkan tidak sadar telah memberi lebih dari kewajiban mereka, sampai keadaan begitu tidak terkendali dan
mereka terpaksa bicara.

Penerima juga tidak menyadari prilaku mereka.
Mereka bisa memperoleh keinginan mereka 90% dari waktu, dan akan mengeluh tentang harus “mengalah ” 10 persennya.
Perkawinan terbaik adalah dimana kedua pasangan memberi dan menerima dalam porsi yang seimbang.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s