Keunggulan manusia



Sebagai makhluk dengan citra S ketuhanan, manusia memiliki banyak keunggulan. Manusia adalah makhluk paling sempurna, baik lahir maupun batin (QS at-Tin [95]: 4). Manusia lebih mulia dari makhluk lain (QS al-Isra’ [17]: 70).
Puncaknya, manusia ditunjuk oleh Allah SWT sebagai khalifah–wakilNya–di muka bumi. “Dan ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: `Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi’.“ (QS al-Baqarah [2]: 30).

Secara sufistik, manusia dipandang sebagai tujuan akhir penciptaan. Maksudnya, alam diciptakan karena manusia. Dalam hadis qudsi disebutkan: “Wa laulaka, wa laulaka, ma khalaqtu `alam (Kalau bukan karena kamu, kalau bukan karena kamu, Aku tak menciptakan alam ini).“ Kata `kamu’ dalam firman ini menunjuk kepada Nabi Muhammad SAW sebagai insan kamil, yaitu manusia paripurna yang telah mampu mentransmisi dan mengaktualisasi semua potensi keunggulannya dengan baik, par excellent.

Manusia, kata Jalaluddin Rumi, ibarat buah pohon (tsamrah). Buah pohon lahir lebih belakang daripada dahan dan ranting. Akan tetapi, semua petani menanam pohon pasti karena mengharap buahnya. Sebab, pohon tanpa buah sama dengan ke sia-siaan alias kurang bermanfaat.
Kalau begitu, meski manusia diciptakan belakangan, ia merupakan inti sel (nucleus) dari alam ini.

Sebagian dari keunggulan manusia itu sudah dikenali dengan baik seperti tubuh (fisik)-nya, tetapi sebagian yang lain belum dikenali semua, seperti mental (kecerdasan berpikir) dan potensi rohani (spiritu alitas). Dalam Alquran, disebutkan banyak potensi dan keunggulan manusia, misalnya, jiwa (nafs), fitrah (fithrah), akal pikiran (‘aql), akal hati (lubb), hati (fu’ad), mata hati (bashirah), kalbu (qalb), dan roh (ruh).

Sains modern baru berbicara tentang badan kasar (fisik) manusia ditambah mental (jiwa) dan belum banyak berbicara mengenai potensi ro hani. Oleh sebab itu, sebagian saintis semacam Alexis Carrell merasa lebih tepat menyebut manusia sebagai the unknown atau al-Insan dzalika al-majhul (manusia adalah makhluk yang belum dikenali sepenuhnya).

Seperti telah dikemukakan, di antara keunggulan manusia itu adalah potensi kecerdasan dan ilmunya.
Nabi Adam AS ditunjuk menjadi khalifah karena ilmunya (QS al-Baqarah [2]: 31). Dari sini timbul ungkapan “knowledge is power“ (Ilmu adalah kekuatan). Perlu diketahui, ilmu menjadi kekuatan manakala terpenuhi tiga syarat.

Pertama, profound knowledge (ilmu yang luas dan dalam), karena il mu yang terbatas apalagi yang cetek tak menjadi kekuatan. Kedua, applied knowledge (ilmu yang di amal kan), karena ilmu yang tak diamal kan sama dengan pohon yang ti dak berbuah (ka al-syajar bila tsa mar).

Ketiga, ilmu harus menjadil alat dan cara (metode) untuk mencapai visi atau cita-cita mulia (as a tools to get faster the ultimate goal).

Keunggulan manusia tak hanya berarti orang (man power), tetapi pemikiran dan ilmu (mind power), bahkan orang dengan kualitas total (total quality people) yang menyatu dan berpadu dalam dirinya trilogi keunggulan Islam, yaitu iman, ilmu, dan amal. Wallahu a’lam. ■

1 Comment (+add yours?)

  1. gadgetsunik.net
    Dec 29, 2012 @ 13:17:00

    manusia dianugerahi akal pikiran untuk dapat berkreativitas,berimajinasi dalam mewujudkan cita-citanya
    makasih untuk informasinya

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s