Cita – cita…


Allah SWT berfirman dalam A QS at-Taubah ayat 71: “Dan orang-orang yang beriman laki-laki dan perempuan, sebagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang makruf, mencegah dari yang mungkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah.
Sesungguhnya Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.“

Ayat ini menggambarkan secara jelas bahwa salah satu cita-cita dan harapan bersama yang harus digapai oleh kaum Muslim adalah rahmat Allah SWT. Sebab hanya dengan rahmat dan inayah-Nya, ki ta akan bisa menyelesaikan berbagai permasalahan kehidupan betapa pun berat dan kompleksnya.
Sebaliknya, tanpa rahmat dan inayah-Nya, mustahil kita bisa mengatasi permasalahan kehidupan, apalagi yang berkaitan dengan permasalahan bangsa dan negara.

Cita-cita dan harapan bersama itu hanya bisa diraih manakala kita melakukan berbagai amaliah mulia–seperti ter gambar pada ayat tersebut–antara lain, pertama, kita harus selalu berusaha membangun ukhuwah Islamiah dalam wujud saling menolong dalam kebaikan dan takwa. Ukhuwah Islamiah dengan keimanan dan takwa adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Iman dan takwa harus melahirkan kesungguhan dalam membangun ukhuwah Islamiah melalui berbagai macam kegiatan ibadah ataupun muamalah yang bermanfaat, seperti membangun sarana pendidikan berkualitas dan terjangkau semua golongan umat, menumbuhkembangkan institusi ekonomi syariah yang bebas riba dan berorientasi sektor riil sekaligus membangun semangat wirausaha, dan memperkuat media yang menyuguhkan berita dan opini yang membangun kesadaran melakukan kebaikan.

Kedua, kaum Muslim harus terlibat aktif menjadi pelaku amar makruf nahi mungkar sesuai bidang masing-masing dan jangan menjadi penonton di luar lapangan.
Dengan lisan, tulisan, har ta, tena ga, ataupun jabatan. Pejabat Muslim yang baik akan berusaha menjadikan jabatannya sebagai wasilah dan sarana memperkuat pengamalan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari.

Banyak hal yang tak bisa dilakukan jika hanya dengan nasihat dan saran, tapi justru berjalan dengan instruksi dan keputusan pejabat ber wenang. Kita sangat mengharapkan lahirnya pejabat-pejabat yang memiliki komitmen kuat dalam amar makruf nahi mungkar.

Ketiga dan keempat, kaum Muslim harus membiasakan berjamaah dalam ibadah shalat fardhu sekaligus berusaha menunaikan zakat secara berjamaah pula mela lui institusi keamilan yang amanah dan profesional. Shalat dan zakat adalah dua ibadah yang saling memperkuat dan melengkapi. Ibadah shalat tekanannya membangun kekuatan hubungan secara ver tikal dengan Allah SWT, sedangkan zakat membangun kekuatan hubungan secara horizontal dengan sesama manusia. Kelima, semua kegiatan itu harus dilandasi dengan ketaatan yang bersifat absolut kepada Allah SWT.

Inilah cita-cita dan harapan bersama sekaligus pekerjaan rumah kita yang harus diselesaikan dan dituntaskan dalam penataan kehidupan sekaligus sebagai upaya meraih rahmat dan inayah-Nya.

1 Comment (+add yours?)

  1. Khoirun Nawa
    Sep 16, 2011 @ 03:38:37

    Aamin yaa rabbal `aalamiin

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s