Sejarah Puasa..


Marhaban, Ya Ramadhan. Selamat datang bulan yang amat istimewa. Bulan kesembilan dalam kalender Hijriah ini menempati posisi yang mulia dalam ajaran Islam. Betapa tidak. Pada bulan ini terjadi sederet peristiwa penting dalam sejarah peradaban manusia.

Ramadhan adalah bulan diturunkannya Alquran, kitab suci yang menjadi petunjuk hidup bagi seluruh umat Manusia sehingga bulan ini dijuluki Syahr Alquran. “Ramadhan adalah satu-satunya nama bulan yang tercantum dalam Alquran surah al-Baqarah [2] ayat 185,“ tulis Ensiklopedi Islam.

Di bulan ini pula umat Islam meraih kemenangan dalam Perang Badar.
Bahkan, peristiwa penaklukkan kota Makkah (Fath Makkah) juga terjadi pada bulan yang bergelar Syahr Allah (bulan Allah) itu. Pada bulan inilah, Allah SWT memberikan pahala yang amat besar bagi setiap hamba yang berbuat kebaikan.

Pada Ramadhan pula diturunkan Lailatul Qadar, sebuah malam yang lebih baik dari seribu bulan. Yang paling istimewa, pada bulan ini, lebih dari 1,5 miliar penduduk di seantero jagad yang beragama Islam akan menunaikan ibadah shaum atau puasa.
Ramadhan bergelar Syahr as-Siyam karena pada bulan ini seluruh hamba Allah yang beriman diwajibkan untuk menunaikan puasa atau shaum selama satu bulan penuh.

Kewajiban berpuasa ditegaskan oleh Allah SWT dalam Alquran surah al-Baqarah [2] ayat 183. “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu menjadi orang-orang yang bertakwa.“ Umat Islam mulai diwajibkan untuk berpuasa pada tahun kedua Hijrah, saat memasuki bulan Ramadhan. Kewajiban menunaikan ibadah shaum dimulai setelah Rasulullah SAW menerima wahyu, surat al-Baqarah ayat 183. Lalu, apa yang disebut dengan puasa?
Secara bahasa, puasa berasal dari bahasa Arab, shaum (jamaknya shiyam) yang bermakna al-Imsak (menahan). Sedangkan menurut istilah, puasa itu menahan makan dan minum serta semua yang membatalkannya dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Puasa adalah ibadah yang telah diwajibkan Sang Khalik kepada umat-umat sebelum Nabi Muhammad SAW. Puasa merupakan ibadah yang telah dilakukan sejak manusia hidup di muka bumi. Ibnu Katsir meyakini bahwa ajaran puasa sudah ada sejak zaman Adam dan Hawa.

Menurut Ibnu Katsir, Nabi Adam AS berpuasa selama tiga hari setiap bulan sepanjang tahun. Ada pula yang mengatakan bahwa Adam berpuasa pada 10 Muharram sebagai rasa syukur karena bertemu dengan istrinya, Hawa, di Arafah. Pendapat lainnya menyebutkan, Nabi Adam berpuasa sehari semalam pada waktu dia diturunkan dari taman surga oleh Allah.

Nabi Nuh AS pun bersama umatnya berpuasa. Al-Hafiz Ibnu Katsir dalam Kisah Para Nabi dan Rasul, mengutip penjelasan Ibnu Majah yang menyebutkan bahwa, “Puasa Nuh adalah setahun penuh, kecuali hari Idul Fitri dan Idul Adha.“ Nabi-nabi sesudahnya pun melakukan ibadah puasa.

Puasa juga tak hanya dikenal dalam agama Islam. Agama dan kepercayaan lainnya pun memiliki tradisi puasa. Tentu saja, caranya berbedabeda. Puasa yang diwajibkan bagi umat Muslim yang beriman amatlah istimewa. Karena, inti kewajiban shaum adalah mencetak insan yang bertakwa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s