Enam penyebab kerusakan hati


1. Sengaja berbuat dosa dengan harapan dosanya nanti diampuni (acapkali meremehkan dosa kecil, sedangkan tidak ada dosa kecil jika dilakukan terus menerus).
2. Memiliki ilmu, tetapi tidak diamalkannya
3. Apabila beramal, tidak ikhlas (ada niat – niat tertentu dibalik setiap amalnya, bukan karena Allah SWT, tapi karena sesuatu dan atau seseorang di sekitarnya).
4. Memakan rizki Allah SWT, tetapi tidak pernah bersyukur
5. Tidak ridha dengan pemberian Allah SWT
6. Sering mengubur orang wafat, namun tidak mau mengambil pelajaran dari kematian tersebut.
Dari Nashaihul Ibaad.

Jika urat malu untuk berbuat keburukan sudah putus, maka apa yang bisa diharapkan dari setiap tindakannya, selain dari mengumbar hawa nafsu dan pakaian keburukan. Naudzubillah

Semoga kita selalu terlindung dari hati yang rusak, kotor hati dan penyakit hati.
Selalu istiqamah menjaga hati, pandangan dan pikiran, mengingat Allah SWT dimanapun, kapanpun dan dalam keadaan apapun, sehingga setiap tindakan selalu merasa dilihat, pada akhirnya malu untuk berbuat keburukan (tipu daya syetan, mengubar hawa nafsu dengan penyakit hati (iri, dengki, riya, sombong, putus asa, suudzan, pemarah, pembohong, khianat, ghibah, dsb) ). Aamiin YRA

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s