Kejadian-kejadian buruk di masa lalu jangan sampai membentuk masa depan kita



Setiap hari adalah hari yang baik yang telah diciptakan oleh Sang Pencipta. Hari ini bukan untuk diratapi, bukan pula untuk ditangisi. Hidup ini diciptakan oleh Tuhan bagi kita untuk kita dinikmati. Maksudnya bukan berarti kita menikmati dengan cara melakukan hal-hal yang justru menghancurkan hidup kita. Sebaliknya, jalanilah hari ini dengan sukacita dan senyum di wajah Anda sekalipun persoalan Anda masih belum terselesaikan. Jalanilah hari ini dengan keyakinan, “Saya tidak sendiri menjalani hari ini. Tuhan Yang Maha Besar menemani saya dan pasti yang terbaik telah dipersiapkan-Nya bagi saya.”

Orang bijaksana adalah mereka yang mampu berbahagia sekalipun melalui masa-masa sulit. Mereka mampu menyanyikan persoalan-persoalan hidup mereka. Hidup ini sudah sulit, jangan lagi Anda membuatnya menjadi bertambah sulit dengan terus-menerus memikirkan persoalan-persoalan yang Anda alami. Alihkan dan fokuskan pikiran Anda kepada segala rahmat dan anugrah dari Tuhan, hari ini.

Hari kemarin telah berakhir tadi malam, jadi jangan lagi membawa masalah-masalah kemarin untuk hari ini. Kesusahan kemarin cukuplah untuk hari kemarin. Hari ini dan esok, ada kesusahannya sendiri.

Masih ada pula orang yang terjebak di masa lalunya yang pahit dan menghabiskan bertahun-tahun hidupnya dengan memikirkan kegagalan masa lalu tersebut. Padahal masa lalu yang buruk tidak berarti masa depannya akan buruk juga. Dan jangan mau masa depan kita diatur oleh masa lalu kita! Kejadian-kejadian buruk di masa lalu jangan sampai membentuk masa depan kita. Tinggalkan masa lalumu dan jalani jembatan antar masa lalu dan masa depanmu, yaitu HARI INI. Jangan tunggu hari lain untuk meraih kemenanganmu. Raihlah itu HARI INI juga!

Steven R Covey berkata, “Beratnya sebuah persoalan tidak tergantung kepada besar kecilnya persoalan itu tetapi terletak pada berapa lama Anda menanggung atau membawa persoalan tersebut, semakin lama Anda menanggungnya makin semakin beratlah beban hidup Anda.”

Suatu hari dalam sebuah kelas yang diajarkannya, dia membawa sebuah gelas berisi air dan mengangkat gelas itu di atas kepalanya. Lalu kepada para siswa-siswinya, “Apakah gelas yang berisi air di tangan saya ini berat atau ringan?”

Semua sepakat dengan menjawab, “Wah itu sih ringan sekali!”

Covey kemudian mengajukan pertanyaan selanjutnya, “Bagaimana kalau gelas ini saya angkat selama sebulan lamanya?”

Semua siswa-siswinya terdiam beberapa saat lamanya, lalu menjawab, “Pasti sangatlah berat.”

Demikian pula dengan persoalan-persoalan dalam hidup kita. Kelihatannya memang kecil dan sepele. Namun semakin lama kita menanggungnya atau membawanya, maka semakin bertambah sulitlah kehidupan kita, membuat kita bertambah stres, tertekan, kehilangan sukacita dan kebahagiaan dalam hidup. Itu sebabnya, selesaikanlah persoalanan Anda sedini mungkin. Jika Anda sedang sakit hati atau membenci seseorang, segeralah mungkin untuk mengampuninya. Jika Anda memutuskan untuk menyimpannya, maka hal itu akan memperburuk hidup Anda bahkan akan menjadi ‘racun’ yang menggerogoti dan membunuh jiwa Anda perlahan-lahan.

Seberapa besar kesulitan yang sedang Anda hadapi saat ini, mungkin kesulitan dalam rumah tangga, pekerjaan, keuangan, penyakit, atau apapun itu, saran saya: jangan pernah membiarkan itu mencuri sukacita Anda dalam menjalani hari ini. Jika Anda kehilangan sukacita, Anda kehilangan kekuatan. Ingat bahwa, “Hati yang gembira adalah obat yang manjur, namun semangat yang patah mengeringkan tulang.”

Bertindaklah seolah-olah Anda sudah merasa bahagia maka hal ini akan cenderung membuat Anda benar-benar bahagia.

Kebahagian dalam hidup tidak berarti bahwa kita akan menjalani hidup ini tanpa persoalan, tanpa kesulitan dan tanpa beban hidup. Tuhan pun tidak pernah menjanjikan bagi kita hidup tanpa persoalan. Yang Ia janjikan adalah kekuatan dan jalan keluar saat kita menghadapi masa-masa sulit dalam hidup ini. Justru kehidupan akan bertambah nikmat dan indahnya karena melalui masa sulit ada banyak hal yang bisa Anda bpelajari dari padanya.

Ingatlah bahwa segala sesuatu ada masanya. Ada masa untuk menabur, ada pula masa untuk menuai. Ada masa untuk mengangis, dan ada masa untuk tertawa. Jika hari ini kehidupan Anda sedang diliputi dengan berbagai masalah-masalah yang belum juga terselesaikan, nikmatilah hari ini, karena badai pasti berlalu. Ada masanya di mana masalahmu pasti terselesaikan!

“Life is not be endured, but to be enjoyed. Hidup tidak untuk dipikul, tetapi untuk dinikmati.”

6 Comments (+add yours?)

  1. Rief Richard
    Jun 02, 2011 @ 23:35:07

    Artikelnya bener-2 memotivasi.

    Salam kenal.

    O iya…

    Manggilnya siapa ya?

    Pak Hermawan, Bang atau…. Mas?

    *PendatangBaru*

    Reply

  2. mia
    Jun 08, 2011 @ 17:30:12

    Salam…
    Entri ini sangat bagus untuk saya yg masih kesedihan memikirkan masa lalu.
    Hampir setiap ketika terluang, saya menangis.
    Saya sedang mencuba meminta pinjam sedikit kekuatan dari Allah………..
    Terima kasih atas entri ini.

    Salam dari Malaysia.

    Reply

  3. Rin_
    Aug 22, 2011 @ 16:03:29

    Artikelnya sangat bermanfaat , khususnya bagi saya pribadi. ..

    bagus banget kang… hhee

    Reply

  4. Anjar K
    Jun 20, 2012 @ 23:33:26

    Saya suka kata-kata ini :
    ……Masih ada pula orang yang terjebak di masa lalunya yang pahit dan menghabiskan bertahun-tahun hidupnya dengan memikirkan kegagalan masa lalu tersebut. Padahal masa lalu yang buruk tidak berarti masa depannya akan buruk juga. Dan jangan mau masa depan kita diatur oleh masa lalu kita! Kejadian-kejadian buruk di masa lalu jangan sampai membentuk masa depan kita. Tinggalkan masa lalumu dan jalani jembatan antar masa lalu dan masa depanmu, yaitu HARI INI. Jangan tunggu hari lain untuk meraih kemenanganmu. Raihlah itu HARI INI juga!…….

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s