Romantisasi pagi…


Gerimis yang berteduh di pinggir jendela, seperti sedang memanggilmu
bukalah kaca basah itu dan biarkan ia masuk, mungkin ia ingin menangis di pelukanmu.

Matahari rupanya datang menjemput, diketuknya pula kaca dengan cahayanya yang lembut
gerimis yang rindu wajah itu hanya bisa tersipu, lalu kulihat pelangi mengambang di jendela.

Peristiwa di atas selalu berulang, setiap kali aku mengecupmu di pagi hari
kau memandang dengan sekuncup melati, lalu kautanamkan doa di antara sudut mataku.

1 Comment (+add yours?)

  1. widoratih
    Mar 30, 2011 @ 15:41:20

    nice

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s