Hidup ini seperti belajar sepeda, sob…


Pertama, unconscious incompetence (inkompetensi yang tidak disadari). Kita sangat senang naik sepeda, tetapi belum pernah mengajarkannya coz kita tidak mengetahui apa yang kita butuhkan untuk belajar.

Kedua, conscious incompetence (inkompetensi yang disadari). Kita naik sepeda dan mulai mengayuh, tetapi segera jatuh, hal itu membuat kita sadar bahwa ada hal – hal yang tidak kita ketahui.

Ketiga, conscious competence (kompetensi yang disadari). Kita naik sepeda dengan trial and error. Kita mengoreksi dan mengobservasi kesalahan – kesalahan. Biasanya pada level unconscious, semua yang telah kita lakukan yang membuat kita jatuh, mendorong kita mencoba gerakan – gerakan yang berbeda, yang akhirnya menjadikan kita seorang pengendara handal.

Keempat, unconscious competence (kompetensi yang tidak disadari). Kita tidak berpikir lebih lama lagi terhadap semua yang kita lakukan. Kita telah memegang pengetahuan yang kita butuhkan. Secara otomatis, kita mempunyai pengetahuan tersebut pada saat kita berkendaraan.

Sob, pertanyaanya adalah seberapa banyak keterampilan hidup kita yang sudah pada level unconscious competence?, sehingga, kita mampu bersahabat dengan masalah (menjadi solusi, berpikir kreatif), betapapun rumitnya masalah itu. Tentunya, dengan izin Allah SWT.

2 Comments (+add yours?)

  1. Aisyah Mardiyah
    Mar 10, 2011 @ 07:43:55

    2 thumbs up…🙂

    Reply

  2. Naima Aliyah
    Mar 13, 2011 @ 10:11:08

    Goesannya dah punya yang baru kang…🙂

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s