Akan cantik kah hidupku?


aku bertanya,
untuk yang keseribu kali
dalam kelu rasa ragu ku yang lama letih
lamat suara takut ku bertanya …
akan cantik kah hidupku?
akan kah hidup ku pernah mendekati yang indah,
yang terpikul lebih ringan,
dan terhirup lebih harum?

sepanjang jalan ini telah mengenal ku
bukan sebagai yang bernafas
karena bagi yang hidup, aku ini
sebaik tak bernafas

berjalan sendiri
dengan kepala kosong dan senyap
dan selalu kesenyapan dari kesedihan ini
memekakkan telinga hati ku
dengan pertanyaan yang berulang sama …
akan cantik kah hidup ku?

bagaimana ku tahu?
aku sudah letih mencoba
membaikkan diri ku untuk mereka
yang lalai membaikkan diri untuk ku

aku telah sibuk berpeluh tanpa boleh letih
untuk upah yang mengecilkan diri ini
di hadapan impian-impian terlemah ku

apa lagi kah yang dapat ku upayakan,
yang ini pun karena aku masih meminta?

akan cantik kah hidupku?

mengapakah mudah bagi orang lain
untuk hidup mudah,
saat aku tak bisa melihat apapun yang mungkin?

mungkin aku tak sendiri
pasti ada banyak jiwa yang nanar
memandang hidup ini
dengan kelopak mata yang berat
dan bengkak karena ketersesatan

ingin aku menangis,
tapi mataku kering.
dan aku telah berulang kali berjanji,
aku tak kan menangis lagi
lagi pula,
untuk apa air mata bagi mata ku,
bila hati ku telah lama melolong
dalam tangisan yang tak terdengar?

aku benci keadaan ku ini
karena aku dulu bukan begini

dulu aku kuat, cemerlang
apapun aku tantang
impian ku tinggi, cita-cita ku apalagi
tidak ada yang ku takuti

aku melawan siapapun
aku tak sudi mendengar siapapun
aku sombong kata mereka

heh … aku menyeringai
semua yang berkomentar itu melucu

aku meyakini rasa percaya diri ku
sebagai isi diri ku, dan
sebagai satu-satunya cara naik

selama aku yakin, aku benar
dia yang tak sependapat, harus dikalahkan
selama aku yakin, aku benar

aku bicara lebih keras, sebagai tanda aku benar
aku rendahkan yang tak ku setujui

aku tak butuh nasehat
nasehat adalah untuk orang lemah
aku sudah cukup tahu yang ku perlukan
yang tak ku tahu, tak ku perlukan

aku heran pada orang yang heran pada sikap ku

tetapi …

yang ku yakini tak kunjung terbukti
yang ku salahkan terbukti membahagiakan orang lain
yang ku abaikan menjadi yang menghormatkan

yang ku yakini tak terbukti

aku jenderal dengan bintang kulit kerang
aku pendekar dengan pedang bambu
dan aku saudagar dengan uang daun

pasti ada yang salah

ingin ku bilang pasti mereka yang salah
tetapi mengapa hanya aku yang tertinggal?

ini yang tak enak ku akui

seyakin-yakinnya aku
aku juga tidak buta
aku bisa melihat

aku terbang dalam keyakinan ku
tetapi melata dalam kenyataan ku

mereka yang ku rendahkan itu
hidupnya tinggi mengalun di awan

sedangkan aku

mengajari mereka mengenai yang benar
dari keadaanku yang susah

ingin aku umumkan kepada diriku untuk bersabar
tetapi aku tak mengenal kata sabar
segalanya harus sekarang, harus segera
terutama karena sekarang aku ini susah

aku sudah memenuhi tahun-tahun yang panjang ini dengan kata nanti
tetapi nanti ku panjang, lama … dan terseret seret

dan sombong ku tergerus
aku sekarang lemah
semua tenaga ku telah habis
terkuras dalam kampanye keyakinan ku
yang menyesatkan ku sendiri

pedih ku akui
aku sebetulnya telah lama menyiksa diriku sendiri

tetapi lamat-lamat aku ingat
orang pernah berkata
yang dulu tak kuhormati
bahwa Tuhan Maha Memaafkan

entah karena aku sudah tak punya pilihan lain,
atau karena aku telah terlalu letih

aku mendengar Nama Yang Maha Pemaaf
dengan perasaan tergantung
dari sebuah ketinggian
yang pernah aku tinggalkan

sekarang terasa betapa penting Nama itu
aku butuh dimaafkan
aku memohon maaf

aku telah banyak menistakan nikmat Tuhan

ku gadaikan sekarang ku
untuk nanti yang juga selalu ku tunda

padahal pernah ku dengar
pensyukuran nikmat
adalah tangga menuju nikmat berikutnya

tapi dulu aku benci teori
tapi ini yang ku lihat nyata dalam kesedihan ku

aku telah menyia-nyiakan waktu ku
padahal waktu adalah pembentuk hidup ku

aku menolak nasehat baik orang lain
padahal semua nasehat baik
adalah pesan dari Tuhan
melalui manusia

aku minta maaf …
Tuhan aku minta maaf

dari relung-relung kosong hati ku
yang merasa tidak berhak untuk meminta ini

aku memohon ijin Mu untuk bertanya lagi

Tuhan, akan cantik kah hidupku?

yang kulakukan memang jauh dari cantik
yang selama ini ku dapat sama sekali tidak cantik

nama ku biasa, tak terhormat
bicara ku selalu tak mereka dengar
kalau pun mereka dengar, mereka abaikan
mereka berbicara seperti aku tak ada

tetapi, Engkau Maha Berkuasa

sehingga, bukankah aku tidak harus cantik
sebelum Engkau mencantikkan hidup ku?

Engkau sangat berkuasa

aku tahu
bila Engkau berkenan
Engkau akan mencantikkan hidup ku

tapi mungkin Engkau masih murka
karena pikiran, sikap, dan perilaku ku dulu
dan mungkin Engkau sedang menghukum ku

atau mungkin Engkau tak sampai hati untuk menghukum ku
tetapi pasti Engkau sedang mengajari ku sesuatu
karena bila tidak,
engkau telah memuliakan ku
karena terbukti Engkau telah memuliakan orang lain
di samping dan sekeliling ku

tetapi bila aku masih sedih, kekurangan, terbatasi, dan melata seperti ini
berarti Engkau sedang menyayangi mereka
lebih baik daripada Engkau menyayangi aku sekarang

itu pedih ku katakan
tetapi memang mungkin aku pantas Kau abaikan

tetapi, Tuhan … dengar dan lihatlah ini
aku telah lama terluka
oleh pelukaan yang ku lakukan sendiri

karena Engkau Yang Maha Pengasih …
maka aku yakin sebetulnya
Engkau kasihan melihat ku begini

aku memang belum tahu
seberapa besar kasih sayang ku kepada Mu
tetapi aku tahu bahwa kasih Mu besar kepada ku
maka aku memohon …

Tuhan ku sayangilah aku
maafkanlah aku
besarkanlah kecintaan ku kepada Mu

aku tahu pengabaian ku kepada Mu,
sama sekali tak merugikan Mu
tetapi janganlah Engkau mengabaikan ku,
karena tak ada kerugian yang lebih besar dari itu

bukankah sekarang Kau dengar
aku sudah orang yang lain
aku sudah baru

maka janganlah lama Kau biarkan aku hidup
dalam keletihan yang sudah panjang ini

aku pribadi baru
karena
tidak ada pribadi yang tidak terbarukan jika ia memperbarui kasih sayangnya kepada Mu

indah, jernih, damai, dan segar kecintaan ku kepada Mu Tuhan

tak apa Kau biarkan aku merasakan kesusahan ini
yang mudah-mudahan tak lama
tetapi bila cara Mu mencintai ku adalah menaruh ku dalam kesusahan,
maka aku tulus menerimanya
apakah ada daya ku menolak Mu?

bila aku menangis dalam kesedihan ku
dan bila Engkau biarkan aku lama di situ
maka itu pasti karena Engkau menemukan keindahan di dalam keluhan ku
karena selama ini aku baru mendekati doa
hanya bila aku merasa sedih

sekarang aku berjanji
untuk melebihkan doa dan memuji Mu dalam kegembiraan ku
agar Engkau tak melihat perlunya membuat ku bersedih untuk mendengar suara-suara indah dari doa dan pujian ku kepada Mu

engkau Tuhan ku
Engkau kecintaan hidup ku

tidak ada lagi kegelapan
saat ku hadapkan wajah ku
dengan keikhlasan
untuk menyerahkan keseluruhan hidup ku kepada Mu
dan bahwa Engkau alasan dari kualitas hidup ku
agar aku bersanding mesra di sisi Mu Yang Mulia saat aku hidup dalam kehidupan setelah kehidupan ini

aku sangat merindukan Mu

entah mengapa aku sekarang merasa tak beda antara hidup dan mati

karena bila hidup ini indah
maka mati ku pun akan indah

bagi orang yang merindukan Mu, mati adalah awal dari pertemuan indah yang dirindukannya

Tuhan ku yang amat ku cintai
cintailah aku

cantikkanlah hidupku
karena hidupku adalah persembahan ku kepada Mu
maka cantikkanlah persembahan ku
cantikkanlah hidupku

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s