Bebas euy… ^_^


Hal-hal terbaik dalam hidup ini – bebas.

Bisakah Anda bayangkan berapa biaya yang harus kita keluarkan bila kita harus membayar semua hal yang memungkinkan kita untuk tetap hidup?
Berapakah harga udara, harga kelengkapan indera Anda, harga kasih sayang dalam keluarga Anda, harga dari nama baik orang tua?

Sebetulnya, setiap orang dibatasi oleh sesuatu. Batasan itulah yang menjadikan seseorang sebagai pribadi yang bebas , atau yang terpenjara.

Tetapi karena kita memiliki kecenderungan untuk menelantarkan yang tampaknya mudah didapat, hal-hal sangat penting tersebut kita perlakukan seolah-olah mereka tidak bernilai; sampai suatu saat – salah satu dari hal-hal itu direnggut dari kita.
Tidak ada pribadi yang terbebas dari batasan.
Setiap orang dibatasi oleh sesuatu, sehingga yang kita sebut sebagai kebebasan adalah sebetulnya kualitas hidup yang baik yang berada dalam batasan – batasan yang membuatnya masih disebut sebagai pribadi yang baik.
Kebebasan yang sebetulnya berada dalam kebaikan.
Hanya orang-orang yang hidup dalam kebaikan yang bisa disebut bebas; sedang mereka yang melampaui batas
kebaikan akan masuk ke wilayah yang mengharuskannya berjaga-jaga bahkan terhadap orang yang paling dipercayainya.
Bukankah sering terjadi seorang penjahat meminta bantuan seorang yang luhur untuk menjadi penengah dalam perselisihan antara sesama orang jahat?

Lalu, apakah yang Anda jadikan sebagai batasan Anda?

Kebebasan adalah landasan dari kebahagiaan.

Tidak ada orang yang bisa berbahagia bila ia tidak bebas untuk menjadi orang baik.
Tidak sedikit saudara kita yang menyerahkan hak fitrah-nya sebagai manusia yang bebas – untuk ditukarkan dengan keamanan sesaat.
Mungkin karena keterdesakannya, dia membatasi kebaikan yang mungkin dilakukannya, dengan mengutamakan keburukan yang diharuskan atas dirinya.

Padahal, hanya seseorang yang pada dasarnya bukan orang baik, yang bisa bertenang-hati dalam suasana yang mengharuskannya menyamarkan kebaikan asli pribadinya, dan menampilkan keburukan yang disukai oleh penopang kehidupannya.
Ingatlah bahwa apa pun yang selain kebaikan, adalah penjara; mungkin kumuh dan dingin, atau mewah dan hangat – tetapi semua hal yang berada di luar kebaikan adalah penjara.
Dapatkah seorang penguasa yang membangun kekayaan dengan cara-cara yang tidak jujur – berbicara tentang kejujuran – tanpa hatinya sendiri mencemoohkan dirinya sendiri?

Meratap meminta ampunan agar dikeluarkan dari kesulitan tidak semulia tindakan yang mencegah terulangnya sebuah kesulitan.

Orang-orang lemah sering membuat kita kagum dengan kemampuannya untuk berpanjang-larut dalam ratapan-ratapan permohonan ampun, seolah-olah Yang Maha Mengetahui itu tidak akan cukup mengerti bila dia tidak mengulangi ungkapan penderitaannya sebanyak mungkin.

“Beliau mengetahui yang menyesakkan hati-mu, bahkan jauh sebelum rasa sakit di hatimu itu mulai menyayat.
Maka muliakanlah Beliau dengan mencukupkan laporan penderitaanmu, lalu gunakan sebagian kejelasan pikiranmu untuk mengerti apa yang menghantarkanmu ke dalam kesulitan itu.
Ingatlah bahwa orang lain tidak pernah sepenuhnya salah, dan kamu tidak akan pernah sepenuhnya benar.
Sesungguhnya dalam keikhlasan seperti itu tersinari pengertian mengenai cara-cara perbaikan hidupmu.
Lalu, bersegeralah terlibat dalam kesibukan yang mendatangkan kebaikan bagi orang lain, karena dalam tindakan yang berguna bagi orang lain itu-lah terdapat obat bagi semua penyakit.”

Janganlah Anda sajikan perasan sari-sari kemuliaan langit kepada mereka yang haus dalam cawan yang kotor.

Setiap pribadi yang bebas dalam kebaikan – sudah dengan sendirinya meneladankan kebaikan, dan dengannya dia terbebaskan untuk menyampaikan kebaikan.
Kemudian, perbedaan baik yang dihasilkan karena yang disampaikannya itulah yang menjadikannya seorang pemimpin.
Bila cawan yang tersedia tidak tercuci dengan baik, dia menjadikan dua telapak tangannya sebagai mangkuk untuk menyajikan nektar manis sari-sari kemuliaan langit kepada saudara-saudaranya yang letih dan haus.
Dia akan selalu menemukan cara untuk mengacung kibarkan bendera kecil yang dibawanya, agar mereka yang membutuhkan kejelasan arah dapat menemukannya.
Baginya, satu-satunya jalan kepemimpinan adalah kebebasan dalam kebaikan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s