Hanya sebuah puisi… (untuk Anda pedamba harmonisasi keluarga) ^_^


Sebuah puisi hanya seindah pribadi yang membacanya.

Seseorang dengan hati yang kering dan retak-retak tidak akan bisa menghayati keindahan dari puisi yang dibacanya, karena seseorang yang mengenali keindahan sebuah puisi. sebetulnya sedang mengenali keindahan yang ada di dalam hatinya sendiri -melalui pilihan kata-kata yang peka dan cerdas dari penulis puisi itu.

Dan alam ini adalah penulis puisi yang bergerak itu poetry in motion yang kita sebut … wanita.

Dan wanita yang kita cintai itu dia hanya akan secantik keindahan yang ada di hati kita.
Bila Anda seorang pria yang memiliki kapasitas yang besar untuk mengenali keindahan -maka wanita Anda adalah keindahan yang taktertarakan.
Bila Anda membanding-bandingkan wanita Anda, sebetulnya Anda sedang membandingkan keindahan di hati Anda dengan keindahan dihati pria-prialain.
Wanita Anda tidak bisa dibandingkan. Anda hanya bisa membandingkan diri Anda sendiri.

Takjubkanlah wanita Anda dengan pengabdian Anda.

Berusahalah sekuat tenaga untuk menjadikan diri Anda sebagai abdi bagi kebahagiaannya.
Jadikanlah senyumnya sebagai alasan bagi kesabaran Anda.
Jadikanlah kemungkinan bagi kesedihannya sebagai alasan Anda untuk bertahan dan menyelesaikan perjalanan yang sulit.
Jadikanlah renyah tawanya sebagai perindu yang merenggut Anda untuk kembali kepadanya.
Dan jadikanlah sentuhan dan aroma keseluruhan dirinya sebagai tangga yang menghubungkan ketidakberdayaan Anda dengan gelora keperkasaan Anda untuk mendominasi dunia.
Takjubkanlah dia dengan kesungguhan Anda untuk menjadikannya sebagai tujuan dari semua upaya Anda.
Dan Anda akan dibahagiakankan dengan kesungguhannya untuk juga menjadikan Anda sebagai pria tujuan dari pengabdiannya. Bila tidak…,maka dia pasti bukan wanita atau setidaknya bukan wanita Anda.

Anda berdua -kembalilah ke persahabatan kanak-kanak Anda.

Amatilah dengan penuh kasih.
Anak-anak tidak pernah membuat rencana yang lebih panjang dari yang akan segera mereka lakukan.
Mereka juga tidak merencanakan apa pun yang tidak menggembirakan.
Dan yang lebih menarik lagi, mereka berganti rencana dengan kesegeraan yang tidak harus menjelaskan mengapa mereka harus berubah.
Hari ini, jangan lagi berencana.
Segera lakukanlah apa pun yang selama ini ingin Anda lakukan untuknya, tetapi yang belum Anda temukan waktunya untuk melakukan.
Hentikanlah kendaraan Anda dan menepilah untuk memetik bunga tepi jalan yang sederhana tetapi cantik itu untuk dengan keceriaan kekanak-kanakan, Anda persembahkan kepadanya, dan katakanlah dengan tatapan berserah yang lekat di matanya … bahwa bunga itu adalah Anda pria sederhana yang sedang berupaya menjadi seindah mungkin baginya.

Bila wanita Anda sering tertipu ketahuilah bahwa Anda penipu-nya.

Tetapi, jangan berhenti sekarang.
Teruskanlah kepandaian Anda untuk memperdayainya itu dengan pujian-pujian baru yang lebih berkasih sayang yang akan menjadikannya sebagai wanita yang kenyataannya Anda impikan selama ini.
Hampir semua pria memiliki kemampuan berbicara yang demikian hebat sehingga dia bahkan bisa membuat dirinya sendiri percaya mendengar kebohongannya sendiri.
Sekarang, gunakan kehebatan itu dengan lebih tulus, dan katakanlah kepada wanita Anda, dengan mata sayu dan suara mendayu, bahwa:

Saat aku melihatmu …,
yang kulihat adalah sebuah puisi indah yang bergerak
yang… ohh … membuat mataku benci berkedip.

Kau puisi yang melenggang di sisiku.
Nafasku terhentak hampa dari dadaku oleh gemulai lambaian tubuhmu.

Tidak ada ombak di laut yang bisa mendekati keindahan dari alunan aroma kesurgaan yang terhantarkan dari kilauan ombak-ombak bayangan tubuhmu.
Tidak ada apa pun yang bisa aku minta darimu.
Kau …, puisiku yang melenggangkan keindahan ini, kau … terlalu indah untuk kutata ulang.

1 Comment (+add yours?)

  1. Trackback: Tweets that mention Hanya sebuah puisi… (untuk Anda pedamba harmonisasi keluarga) ^_^ « Nubogalalakon® -- Topsy.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s