Analogi Sebuah sistem organisasi…(Perspektif sinergi – tangan)


Sebuah analogi tentang sinergi dari lima jari tangan.
Suatu saat, jempol merasa paling hebat karena fungsi untuk memberi penghormatan orang.
Telunjuk merasa paling hebat, karena fungsinya untuk mengarahkan.
Jari manis merasa paling kaya, karena pada tempat menyimpan cincin emas bertahta berlian.
Jari tengah merasa paling panjang, sehingga paling banyak memimpin dan semua harus di bawah kendali dia.
Kemudian, kelingking bagian pembersih bagian belakang  juga merasa punya andil, jika dia tidak didengarkan maka akan memblokade seluruh saluran keluar tempatnya bekerja membersihkan kotoran – kotoran.

Cerita itu berakhir dengan keluarnya keringat dingin, semua tidak berfungsi jika satu bagian dalam satu sistem tidak berfungsi dengan sinergi.
Bekerjalah dengan sinergi, semua menghormati perannya masing – masing,
Tidak ada yang lebih penting, semua memiliki kontribusi yang bermanfaat,
Jumlah seluruh peran dan saling melengkapi.
Hidup sinergi dengan bersatunya lima jari, benda berat 20 kilo dapat diangkat bersama.
Namun, jika sendiri – sendiri mengangkatnya, kegagalanb yang terjadi.
Hidup sinergi adalah ukhuwah yang memberi berkah.
Ikatan hati adalah modal sinergi.
Saling mengisi dan percaya saling menguatkan hati akan mengubah nilai sinergi sebagai kekuatan menggugah dan merubah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s