Rahasia Ahli Surga…


Dalam suatu majelis, Rasulullah berkata, “Sebentar lagi akan muncul di hadapan kalian seseorang yang termasuk penghuni surga.” Benar saja, tak lama kemudian muncul seseorang dari kalangan Anshar yang jenggotnya meneteskan titik-titik air wudhu. Dia menenteng selopnya di tangan kiri.

Pada keesokan harinya, Rasulullah kembali bersabda seperti itu lagi, dan tak lama kemudian orang itu pula yang muncul dengan keadaan yang sama. Demikian pula pada hari ketiga dan lagi-lagi orang itu yang muncul. Pada hari ketiga, Nabi mengatakan itu, dan Abdullah bin Amr bin Ash menjadi sangat penasaran. Apa amalan orang tersebut sehingga Rasul yang Agung mengatakannya sampai tiga kali selama tiga hari berturut-turut. Setelah Rasul beranjak dari majelis, Abdullah membuntuti penduduk Madinah tersebut. Setelah tiba di rumahnya, Abdullah bin Amr berkata padanya, “Aku sedang ada masalah dengan ayahku sehingga berjanji tidak pulang ke rumah selama tiga hari. Jika engkau berkenan, aku mau menginap di rumahmu.”

Orang itu termenung sejenak dan berkata, “Boleh.”

Maka, menginaplah Abdullah di rumah orang Anshar itu selama tiga hari. Namun, selama itu pula Abdullah tidak pernah melihat orang itu mendirikan shalat malam walaupun sedikit. Hanya, setiap kali bangun dari tidurnya, dia membalikkan badan sambil menyebut asma Allah dan takbir, lalu bangun lagi untuk mendirikan shalat Subuh. Selama tiga hari pula, Abdullah tidak pernah mendengar perkataan dari pemuda itu, kecuali yang baik-baik saja.

Pada hari ketiga, saking penasarannya, Abdullah berkata pada orang itu, “Wahai hamba Allah, aku sebetulnya tidak ada masalah dengan ayahku. Akan tetapi masalahnya, aku mendengar Rasulullah mengatakan selama tiga hari bahwa sebentar lagi akan muncul di hadapan kalian seseorang yang termasuk penghuni surga. Dan yang muncul adalah engkau. Itu yang membuatku menginap di rumahmu serta ingin melihat amalanmu. Ternyata aku tidak melihat dirimu mengerjakan amal orang besar.”

Orang itu diam saja. Namun, ketika Abdullah hendak pergi, orang itu memanggilnya seraya berkata, “Aku juga tidak melihat sesuatu yang berarti pada diriku. Hanya, di dalam hatiku tidak ada rasa dengki dan iri terhadap seorang pun dari kaum Muslim karena Allah memberinya suatu kebaikan.”

Abdullah pun berkata, “Itulah sebabnya engkau mendapatkan kedudukan seperti yang disabdakan Rasulullah.” Orang yang dimaksud Rasulullah sebagai penghuni surga itu adalah Sa’ad bin Ubadah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s