Ketika Dia Bukan Untukmu… (buku harianku.. ^_^)


Bagaimana perasaanmu jika seseorang yang direncanakan akan menjadi pendamping hidupmu ternyata menikah dengan sahabatmu sendiri atau dengan orang lain? Mungkin hatimu nelangsa.
Ada sejumput kecewa berkecambah. Andai dulu aku menerima dia apa adanya, pasti aku yang bersanding dengannya,begitu bisik hatimu.

Kini, kau melihat dia bersanding dengan teman baikmu.
Kau harus rela; ikhlas. Mungkin dia memang lebih baik bersanding dengan sahabatmu.
Karena kecewa telah berbunga, kau tak datang ke pesta pernikahannya.
Padahal, hukum datang ke undangan pernikahan itu wajib.
Di sana ada berkah dan doa, meskipun yang sering kita lihat hanya pamer kemewahan dan kemeriahan.

Coba kita renungkan. Mungkin kau pernah berkunjung ke toko pakaian.
Kau memilih pakaian yg pas untukmu. Mungkin pramuniaga menyarankan, “ini pakaian yg cocok untuk Anda.” Kau membawa pakaian itu ke fiiting room, mencobanya.
Betulkah pakaian itu cocok untukmu? Kau teliti bahannya, jahitannya, ukurannya.
Setelah memeriksa dgn seksama, kau merasa kurang sreg dgn pakaian itu.
Dengan kata maaf pada parmuniaga, kau kembalikan pakaian itu ke tempatnya.
Kau beralih ke gerai pakaian lain. Hal yg sama mungkin terulang; pakaian yg menurut orang lain pas untukmu, atau pakaian yang sepintas cocok menurutmu, ternyata tidak tepat setelah diteliti.

Sebuah pakaian, mungkin cocok untuk orang lain, tapi tak cocok untukmu. Kau tak bisa membeli pakaian warna gelap karena kulitmu sawo matang. Kau tak cocok mengenakan kemeja dengan motif vertikal berdempet, karena posturmu kurus tinggi; motif itu akan membuatmu terlihat semakin kurus. Kau harus berdamai dengan situasi dan kondisi.

Tetapi yakinlah ada pakaian yang tepat disebuah gerai tertentu yg cocok untuk setiap orang. Memang ada
seseorang yg begitu masuk ke satu gerai langsung menemukan pakaian yg tepat untuknya. Ada juga yg harus berputar-putar, keluar-masuk dari satu gerai ke gerai lainnya untuk menemukan pakaian yg tepat, sampai kaki pegal dan peluh menganak sungai. Banyak hal yg membuat pakaian itu tak tepat untukmu, bisa bahan, motif, warna, model bahkan harga. Selera orang berbeda.

Ada juga seseorang yang tak yakin dengn sebuah pakaian, tapi ia tetap mencobanya. Ia bertanya-tanya, cocokkah pakaian ini untukku? Ia meneliti dengan seksama. Ia menemukan fakta bahwa tak ada hal yg membuat ia harus menolak pakaian itu. Apalagi pakaian itu hadiah seorang yang dihormatinya, orang yang dikasihinya atau mumpung sedang ada great sale! Beli sekarang atau
menyesal kemudian. Bertahun-tahun setelah mengenakan pakaian itu, baru terasa, pakaian itu memang cocok untuknya.

Ini hanya analogi – ilutrasi saja, pakaianmu, pasangan untukmu. Bisa cocok untuk orang lain, tapi tidak denganmu.
Maka, tak perlu bersedih jika seseorang yang kau kira tepat untukmu bersanding dengan orang lain; orang yg dekat denganmu. Yakinlah pasangan yang tepat ada di suatu tempat dan kau akan berjumpa dengannya disuatu masa tertentu.
Mungkin Yang Kuasa sengaja menyimpannya, agar saat bertemu kau benar-benar siap berdampingan dengannya.
Sesuatu yang baik menurutmu, belum tentu baik menurut-Nya.
Terus berusaha dan berdoa. Perbaiki diri sampai akhirnya kau temukan pakaian yang cocok untukmu.

1 Comment (+add yours?)

  1. infoter
    Sep 08, 2010 @ 09:02:02

    duhhhh sedih sob….

    kalo itu terjadi pada saya… ampun dah😦

    terimakasih jika anda berkunjung balik dan berkomentar pada postingan kami🙂

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s