Nilai Kebaikan…


Aku telah berjanji kepada Allah untuk melakukan kebaikan setiap hari. Aku melihat engkau sebelum matahari tenggelam. Saat itu tidak seorang pun yang bisa aku jumpai selain dirimu untuk menunaikan janjiku kepada Allah!”

Seorang penerbangasal Jerman ditugaskan menangani sebuah proyek di Sudan.
Dia bertugas di sebuah desa terpencil yang jaraknya cukup jauh dari Khartoum, ibukota Sudan.
Pria ini terbilang luar biasa selain sebagai seorang penerbang, dia pun mengantongi empat ijazah dari empat fakultas teknik.
Pada suatu sore, saat dia tengah berada di kawasan proyek, yang kebetulan jauh dari pemukiman penduduk, seorang lelaki tak dikenal menghampirinya.
Orang itu berkata, “Hai orang asing, aku siap membantumu.
Penerbang itu menjawab, “Aku tidak perlu bantuanmu.
Engkau pasti membutuhkan bantuanku. Sungguh, aku tidak akan meninggalkanmu sampai engkau menerima usulku,” ujarnya ngotot.
Aku tidak membutuhkan bantuan siapa pun,” namun orang Sudan itu bersikeras pada pendiriannya, bahkan dia mengajak lawan
bicaranya itu berkunjung ke rumahnya.
Setelah “bersitegang”, akhirnya pria Jerman itu mengalah.
Sesampainya di rumah,dia langsung menjamu dan memperlakukan sang tamu layaknya tamu kehormatan.
Sampai-sampai dia menyuruh istrinya bermalam di rumah tetangga.
Mengapa engkau bersikeras mengajakku seperti ini, padahal engkau hanya memiliki sebuah kamar tidur? Mengapa engkau lakukan semua ini?” tanya pria Jerman itu heran.
Apa jawab tuan rumah, “Aku telah berjanji kepada Allah Swt. untuk melakukan kebaikan setiap hari. Aku melihat engkau sebelum matahari tenggelam, padahal saat itu tidak seorang pun yang bisa aku jumpai selain dirimu untuk menunaikan janjiku kepada Allah Swt.
Penerbang itu terhenyak. Sama sekali dia tidak menduga akan mendapatkan jawaban seperti itu. “Agama apa yang membuat manusia mengharuskan dirinya berbuat kebajikan kepada sesama manusia?” tanyanya.
Islam,” jawabnya singkat.

Peristiwa ini begitu mengendap dalam benak sang penerbang Jerman, hingga bangkitlah keinginannya untuk lebih mengetahui bagaimana sebenarnya Islam itu.
Akhir cerita, dia pun masuk Islam.

Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya,” demikian sabda Rasulullah saw.
Hadits ini sungguh Ahlakul karimah tercakup di dalamnya. Saat seseorang terpacu untuk mengamalkan hadits ini, maka akan lahir aneka ragam keajaiban, seperti dilakukan orang Sudan tersebut. Betapa tidak, amal salehnya mampu membimbing seorang penerbang Jerman yang juga insinyur teknik untuk masuk Islam.

Rasulullah saw. menganjurkan umatnya untuk melakukan amal kebaikan, kapan pun dan di mana pun.
Beliau menjanjikan surga bagi siapa pun yang melakukannya.

Simaklah kisah berikut …
Seusai mengimami shalat, Rasulullah saw. yang mulia bertanya kepada para sahabat, “Siapa yang mengantar jenazah hari ini?
Abu Bakar menjawab, “Saya, ya Rasulullah
Siapa yang menjenguk orang sakit hari ini?
Abu Bakar menjawab, “Saya, ya Rasulullah!
Siapa yang memberi makan fakir dan miskin hari ini?
Abu Bakar menjawab, “Saya, ya Rasulullah
Siapa yang berpuasa hari ini?
Abu Bakar menjawab, “Saya, ya Rasulullah
Kemudian beliau bersabda, “Tidaklah seseorang mengerjakan semua itu, kecuali dia akan dipanggil dari delapan pintu surga. Dia boleh masuk dari arah mana pun!”.

Tertarikkah Anda?.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s