Saat Cinta Diuji…(edisi keluarga sakinah ^_^)


Cinta terkadang membuat kita bahagia luar biasa, namun kadang juga membuat hati kita terluka dan menangis pilu.
Ada yang di uji oleh jarak ruang dan waktu, ada juga diuji kesetian, ada yang diuji dengan penghianatan.
Sebesar cinta kita pada pasangan kita.
Bila kita dikhianati pasangan kita atau orang yang kita cintai tentu muncul perasaan kecewa, benci bahkan dendam, mungkin akan muncul niat untuk melakukan pembalasan yang sama.

Tapi mengapakah kita kecewa, kecewa karena perasaan kita yang merasa pasangan milik kita, tapi sadarlah kita, bahwa ego seolah merajai dalam diri.

Allah berfirman: “Dan musibah apa saja yang menimpa Kamu, maka semua itu disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri.” (QS:Asy-Syura (42), ayat 30)

Kalau kita lihat sesungguhnya, peristiwa itu, sadar atau tidak sadar karena perbuatan kita sendiri.
Coba evaluasi hubungan kita dengan pasangan, apakah selama ini perhatian kita makin kurang, kebersamaan makin jarang, kesibukan masing – masing, dsb.
Sehingga kekecewaan pada pada pasangan pelan-pelan bertumpuk-tumpuk sehingga rasa itu pelan hilang atau bahkan berganti dengan orang lain yang mengisi, kalau seperti itu siapakah yang disalahkan?
Pasangan?
Ataukah kita sendiri?

Kalau itu sudah terjadi, Apa yang harus dilakukan?

Nabi SAW pernah memberikan petunjuk. “Jika kamu marah dalam keadaan berdiri, duduklah. Jika kamu masih marah, padahal sudah dalam keadaan duduk, berbaringlah. Jika kamu masih marah, padahal sudah dalam keadaan berbaring, segera bangkit dan ambil air wudu untuk bersuci dan lakukan shalat sunah dua rakaat.

Hadist diatas bisa dibahas secara tersirat :

  1. Keadaan berdiri, lalu duduk. ini memberi makna adalah ishlah atau duduk bersama, mengevaluasi masing-masing, tentang perasaan masing-masing.
  2. Jika emosi itu masih muncul, coba tidur/berbarin, artinya kita rehat dengan pasangan, untuk melihat perasaan masing-masing apakah benar perasaan itu masih ada, dengan rehat ini mudah-mudahan segala putusan yang diambil bisa diambil secara bijaksana tanpa emosi.
  3. Kalau perasaan itu masih muncul (benci, kecewa, dll), berarti dalam hati kita ada penyakit atau jiwa kotor untuk itu kita sucikan jiwa kita dengan wudhu, kita intropeksi diri bahwa sudah sewajarnya manusia bisa berbuat kesalahan, dan kita sendiri pun tidak terlepas dari kesalahan tanpa kecuali.
  4. Shalat, itu artinya kita serahkan total segalanya padanya.

Berikanlah cinta dan ketulusan cinta pada pasangan kita, jangan harap balasan atau pamrih apapun dengan sendirinya pasangan akan berubah pelan-pelan dan akan kembali kepada pangkuan kita bahkan mungkin cinta kita dan pasangan kita akan semakin besar, lebih besar sebelum bertemu atau awal menikah.
KAUSALITAS adalah sebuah mata rantai yg tidak terputus. Sebuah sebab menimbulkan akibat, & akibat akan melahirkan akibat lainnya. Ini akan menyebabkan sebab lain & mendatangkan akibat lain lagi. Yaitu misalnya kita memberi perhatian dan kasih sayang, Dan mulailah hukum kausalitas muncul menjadi mata rantai sambung menyambung menggikat kita. sehinga kasih sayang muncul terus dan muncul terus tanpa henti.

Yakinlah kebencian tidak akan melahirkan kasih sayang.
Kasih Sayang tidak mungkin berbuah kebencian.
Kasih Sayang berbuah CINTA.
Kebencian melahirkan dendam dan permusuhan.

Oleh karena itu pupuklah tiap hari Cinta kita dengan Pasangan kita.
Kenang kembali saat-saat kebersamaan yang indah dari dengan pasangan.
Langkan waktu sejenak tanpa anak-anak, berdua saja seperti pasangan kekasih.
Boleh jadi kebersamaan kita hari ini adalah kebersamaan kita yang terkahir dengan pasangan kita.
Insya Allah Cinta Akan tumbuh kembali dan Senantiasa Jatuh Cinta setiap hari pada pasangan kita setiap hari.

Wallahu Alam Bishawab. Insya Allah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s