Nasihat Iblis…


Dua hal yang membinasakan manusia adalah keinginan yang sangat (rakus) serta kedengkian. Karena kedengkian inilah, aku dilaknat dan dikutuk Allah. Karena keinginan yang sangat itu pula, Adam dan Hawa tergoda untuk menuruti segala keinginannya”.

Tiada permusuhan yang abadi di dunia ini, kecuali permusuhan antara iblis dengan manusia.
Permusuhan ini berawal di masa yang silam, ketika Allah Swt. menciptakan Adam, lalu Dia menempatkannya di surga yang penuh
kenikmatan. Penciptaan manusia ini mendapat protes dari para malaikat. Mengapa Allah SWT menciptakan makhluk yang dikemudian hari akan berbuat kerusakan di dunia serta saling menumpahkan darah, namun dengan ilmu-Nya Yang Mahaluas, Allah Swt. menjawab pertanyaan para malaikat tersebut bahwa Dia Maha Mengetahui apa yang tidak mereka ketahui(QS Al-Baqarah [2]: 30). Akhirnya, dengan segala ketundukan, para malaikat bisa memahami serta mengakui benarnya keputusan Allah tersebut (QS Al-Baqarah [2]:32).

Untuk menunjukkan tepatnya keputusan yang dibuat-Nya, Allah Swt. mengajarkan kepada Adam nama-nama seluruh benda serta
rahasia alam semesta yang tidak diajarkan kepada para malaikat.
Ketika Allah Swt. memerintahkan para malaikat dan Adam untuk menyebutkan nama-nama itu, ternyata para malaikat tidak mampu menyebutkannya, sedangkan Adam dengan sangat baik mampu menyebutkannya (QS Al-Baqarah [2]: 31-33).
Kemampuan menyebutkan nama-nama, sebagai buah dari pelajaran yang Allah Swt. berikan, menunjukkan bahwa Adam memiliki keunggulan yang tidak dimiliki para malaikat. Nama senantiasa menunjukkan sesuatu, sehingga dengan mengetahui nama berarti kita mengetahui serta memiliki gambaran mengenai nama tersebut.
Nama ekivalen dengan “konsep” atau “lambang” atau “simbol” yang menunjukkan adanya kemampuan pikir, akal, serta kecerdasan. Dengan kata lain, walaupun diciptakan dari saripati tanah, Adam dianugerahi kecerdasan akal pikiran yang tidak dimiliki makhluk lainnya, khususnya malaikat, meski mereka diciptakan dari cahaya.
Adanya kemampuan ini, memungkinkan manusia mengemban amanah sebagai khalifah di muka bumi, serta membangun peradaban di dalamnya.
Karena kelebihannya ini, Adam menjadi sangat istimewa, sehingga Allah Swt pun memerintahkan para malaikat untuk bersujud kepada Adam. Karena ketaatannya, mereka bersujud, kecuali iblis (QS Al- Baqarah [2]: 34).
Mereka menolak karena menganggap kedudukan Adam lebih rendah daripada dirinya. “Bagaimana aku harus bersujud kepada Adam, sedangkan dia diciptakan dari tanah hitam yang bau busuk, sedangkan aku diciptakan dari api yang lebih mulia,” demikian
ujar iblis (QS Al-Hijr [15]: 32-33).
Konon, sebelum dilaknat Allah Swt., iblis adalah makhluk yang memiliki derajat tinggi, bahkan dianggap sebagai malaikat yang terkemuka. Boleh jadi, kehadiran Adam dengan segala keutamaannya, dianggap iblis sebagai saingan yang akan mengganggu eksistensi serta kemapanan yang dimilikinya.

Akibat pembangkangannya itu, Allah Swt. menurunkan derajat iblis serta mengusirnya dari tempat yang paling tinggi. Di sinilah, permusuhan iblis dengan Adam mencapai puncak. Sungguh, iblis tidak terima dengan keputusan Allah tersebut. Ia pun berjanji untuk menuntut balas kepada Adam yang dianggap sebagai penyebab jatuhnya kedudukannya di hadapan Allah (QS Al-Hijr [15]:39).

Kisah pun terus berlanjut, dengan aneka cara, akhirnya iblis berhasil menggelincirkan Adam dan Hawa, sehingga mereka terusir dari surga dan turun ke dunia (QS Al-Baqarah [2]: 36). Walaupun demikian, permusuhan mereka tidak berhenti selama keturunan
Adam masih ada hingga datangnya hari kiamat (QS Al-Hijr [15]:36-38).
Demikianlah, hingga detik ini iblis beserta anak cucunya tidak henti-hentinya menggelincirkan manusia melalui aneka reka perdaya.

Bagaimana dengan manusia?
Kenyataannya, manusia terpecah menjadi dua golongan, ada yang tergoda bahkan memperlihatkan menjadi pengikut iblis, dan ada pula yang selamat.
Golongan yang terakhir ini adalah mereka yang di hatinya tertanam keikhlasan serta ketundukan mutlak kepada Allah Azza wa Jalla (QS Al-Hijr [15]:40).

Bagaimana cara iblis menggelincirkan anak cucu Adam?
Pertanyaan ini, layak dikemukakan, agar kita bisa menghindari jerat-jerat mereka yang mematikan.
Ternyata, jawabannya tersirat dari kisah penolakan iblis untuk bersujud kepada Adam ketika masih di surga, serta terusirnya Adam dan Hawa dari surga karena memakan buah khuldi.
Seperti apa? Iblis sendiri yang membuka rahasianya kepada Nabi Nuh, salah seorang hamba Allah yang mulia.
Berikut cuplikannya ….

Saat terjadi banjir besar, Allah Swt. memerintahkan Nabi Nuh untuk menaiki kapal yang telah dia buat.
Selain orang-orang yang beriman, beliau pun menaikkan berbagai jenis hewan yang berpasang-pasangan.
Tiba-tiba, dia melihat seorang lelaki tua yang tidak dikenalnya di dalam kapal tersebut, hingga Nuh pun bertanya, “Untuk apa kamu masuk ke kapal ini?
Orang itu menjawab, “Aku berada di sini untuk mempengaruhi sahabat-sahabatmu supaya hati mereka bersamaku, sementara tubuh mereka bersamamu.
Ternyata, orang tua itu adalah iblis yang menyamar. Mendengar pengakuan itu Nuh berkata, “Keluarlah kamu dari sini wahai musuh Allah! Kamu terkutuk!
Kemudian iblis berkata kepada Nuh, “Ada lima hal yang dengan kelimanya aku akan membinasakan manusia. Akan aku beritahukan yang tiga dan aku sembunyikan yang dua.

Ketika itulah Allah Swt mewahyukan kepada Nuh agar meminta yang dua daripada yang tiga.
Maka Nuh bertanya kembali, “Apa yang dua itu, hai Iblis?”.
Iblis jadi-jadian itu pun menjawab, “Dua hal yang membinasakan manusia adalah keinginan yang sangat (kerakusan) dan kedengkian. Karena kedengkian inilah, aku dilaknat serta dikutuk Allah. Karena keinginan yang sangat itu pula, Adam dan Hawwa tergoda untuk menuruti segala keinginannya” (HR. Abu Dawud).

Wallahu Alam Bishawab..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s