Marah (mode on) ^__^ (buat Ukhti May)


Kenapa saat marah kita acapkali berteriak seolah lawan bicara kita jauh di gunung sebrang, padahal faktanya ada di depan mata?
Itu karena hati keduanya sedang jauh, dibatasi oleh hijab tipu daya syetan yang menjauhkan keterhubungan hati keduanya.

Maka ketika hendak marah berdoalah untuk terjauh dari syetan. “Audzubillahi minasyaitannirrajiim”.

Kenapa saat kita berada dengan seseorang yang kita sayangi, pembicaraan berbisik pun sangat terdengar dan merasuk dalam qolbu, apalagi dengan kata-kata indah, penuh kasih sayang?
Hal itu karena hati keduanya sudah menyatu dalam koneksitas cinta & kasih sayang. Masing – masing berada dalam kondisi saling memiliki, empati dan simpati sangat tinggi, tak ada hijab dalam hati mereka, sangat dekat.

Begitulah kondisi diri jika memang sudah saling mencintai apa lagi menyayangi karena Allah, dirinya tidak dapat dipisahkan kecuali atas izin Allah.

Mari berlindung kepada Allah SWT, seraya memohon bahwa dalam qolbu ini tertanam cinta & kasih sayang hanya karena dan untuk Allah SWT semata. Insya Allah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s