Jelang Ramadhan…


(meneruskan diskusi di fb, semoga bermanfaat ^_^, mo Ramadhan gan)

Tanpa terasa insya Allah kurang dari dua pekan lagi kita akan memasuki bulan suci Ramadhan 1431 Hijiriah. Orang-orang yang beriman merasa gembira dengan datangnya bulan Ramadhan bahkan akan sangat bersedih bila bulan Ramadhan berlalu.

Sudah sepantasnya seorang mukmin merasa gembira dengan datangnya bulan Ramadhan karena pada bulan Ramadhan banyak keberkahan sebagaimana dinyatakan dalam suatu hadits:

Telah datang kepadamu Bulan Ramadhan bulan yang penuh berkah, Allah meliputi kalian di dalam bulan tersebut, rahmat diturunkan, dosa-dosa dihapuskan dan do’a-do’a dikabulkan. Allah melihat kalian semua berlomba-lomba di dalam bulan itu, maka Dia merasa bangga terhadap kalian dan para malaikat. Maka perlihatkanlah segala macam kebaikan diri kalian di hadapan Allah. Sebab orang yang celaka adalah orang yang terhalang mendapatkan rahmat Allah pada bulan tersebut.” (HR. Ath-Thabrani dan para perawinya tsiqat (terpercaya)/At-Targhib wa At-Tarhib 2/222).

Persiapan Memasuki Ramadhan.

Agar kita semua dapat melaksanakan ibadah bulan Ramadhan dengan sebaik-baiknya maka kita dapat mempersiapkan kedatangan Ramadhan. Persiapan yang dapat dilakukan adalah antara lain:

1. Memantapkan Aqidah

Aqidah yang mantap dan lurus sangatlah diperlukan oleh setiap muslim dalam setiap kesempatan termasuk dalam melaksanakan ibadah puasa. Seorang yang beraqidah benar selalu menyandarkan ibadahnya hanya untuk Allah SWT dan bukan karena riya atau ikut-ikutan. Dalam puasa seseorang sulit untuk “pamer ibadah puasa”, mengapa demikian? Karena puasa merupakan ibadah yang sangat rahasia, hanya Allah SWT dan pelakunya saja yang mengetahui bahwa dirinya sedang puasa. Seseorang yang ikhlas berpuasa hanya untuk Allah SWT, maka dia akan menjaga puasanya dari segala hal-hal yang membatalkan puasa atau hal-hal yang mengurangi pahala puasa.

2. Persiapan Ilmu

Untuk melaksanakan ibadah dengan benar terlebih dahulu kita harus memiliki ilmu yang berkaitan dengan ibadah tersebut sehingga ibadah kita dapat diterima Allah SWT. Kita harus mengetahui hukum-hukum yang berkaitan dengan puasa, hal-hal yang membatalkan puasa, sunnah-sunnah, masalah zakat fitrah dan sebagainya. Pada dasarnya syarat diterimanya suatu ibadah adalah (a) ikhlas karena Allah, dan (b) sesuai dengan tuntunan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.

Agar dapat beribadah sesuai dengan tuntunan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam maka jalan yang paling baik adalah dengan memperdalam ilmu agama. Memperdalam ilmu agama dapat dilakukan di majelis-majelis ta’lim baik di masjid maupun di lingkungan perumahan. Apabila kita sulit menyediakan waktu mengikuti majelis ta’lim maka pada dasarnya memperdalam ilmu agama dapat dilakukan setiap saat, terlebih lagi saat ini telah banyak media-media yang dapat dimanfatkan seperti misalnya buku-buku Islam, majalah-majalah Islam, VCD ceramah agama dan lain-lain. Kita seringkali mencari alasan pembenar atau legitimasi untuk menutupi kemalasan kita belajar ilmu agama. Kita sering mengkambinghitamkan kesibukan kerja di kantor sebagai alasan bahwa kita tidak sempat mengikuti majelis ta’lim, padahal disisi lain kita tidak pernah merasa rugi mengobrol berjam-jam tanpa tentu arahnya. Seringkali kita lebih senang berkumpul sambil bergossip, ghibah atau membahas berita-berita burung dibandingkan dengan menyisihkan satu jam sehari untuk membaca buku agama. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Menuntut ilmu itu wajib atas setiap muslim” [HR Ibnu Majah, dari shahabat Anas bin Malik].

Dalam hadits lain disebutkan: “ …Barangsiapa yang menempuh suatu jalan dalam rangka menuntut ilmu, maka Allah akan memudahkan dirinya dengannya jalan menuju Surga” [HR Muslim]

3. Bertaubat dan membersihkan hati

Sesungguhnya bertaubat itu harus kita lakukan setiap saat. Dengan bertaubat dan membersihkan hati kita dari segala penyakit maksiat maka kita akan menjalani ibadah Ramadhan dengan penuh persiapan. Taubat yang harus dilakukan adalah taubat yang sebenar-benarnya. Allah SWT berfirman:

Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang semurni-murninya, mudah-mudahan Tuhan kamu akan menghapus kesalahan-kesalahanmu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan orang-orang yang beriman bersama dengan dia; …” [QS At-Tahrim:8].

Sungguh sangat disayangkan apabila kita puasa sedangkan makanan untuk berbuka berasal dari nafkah yang haram.

4. Banyak beramal shaleh pada bulan Sya’ban

Amal shaleh pada bulan Sya’ban antara lain dengan melakukan puasa sunnah yang juga dapat dijadikan sebagai latihan persiapan memasuki Ramadhan. Puasa Sya’ban merupakan ibadah sunnah yang sesuai dengan petunjuk Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.

Hadits Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam: “Aku tidak melihat Rasulullah banyak berpuasa melebihi bulan Sya’ban. “(HR al-Bukhari).

Amal shaleh pada bulan Sya’ban harus tetap mengacu pada nash-nash dan dalil-dalil yang benar. Apabila kita hendak melakukan ibadah sunnah lain selain puasa Sya’ban tersebut baik yang dilakukan pada awal Sya’ban, pertengahan maupun akhir Sya’ban maka ibadah-ibadah sunnah tersebut harus memiliki landasan nash dan dalil yang benar.

5. Membaca Al-Qur’an

Sebelum memasuki Ramadhan maka sudah selayaknya bagi yang selama ini jarang membaca Al-Qur’an untuk segera membuka-buka kembali lembaran mushaf Al-Qur’an dan membacanya sebagai latihan agar pada saat Ramadhan tidak terasa berat untuk membaca Al-Qur’an. Membaca Al-Qur’an ini tentunya tidak hanya dibatasi pada bulan Ramadhan saja, setelah Ramadhan kebiasaan ini harus tetap dilaksanakan.

Dengan selalu membaca Al-Qur’an maka insya Allah pada hari kiamat kita akan mendapat syafa’at sebagaimana terdapat dalam sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam: “Puasa dan Al-Qur’an akan memberikan syafa’at kepada hamba di hari kiamat, puasa akan berkata: “Wahai Rabbku, aku menghalanginya dari makan dan syahwat, maka berilah dia syafaat karenaku.” Al-Qur’an pun berkata: “ Aku telah menghalanginya dari tidur di malam hari, maka berilah dia syafa’at karenaku.” Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam: Maka keduanya akan memberi syafa’at” [HR Ahmad, Hakim, dan Abu Nu’aim: dari jalan Huyaiy bin Abdullah dari Abdurrahman Al Hubuli dari Abdullah bin ‘Amr, dan sanadnya hasan. Al-Haitsami berkata di dalam Majmu’ Zawaid (3/181) setelah menambah penisbatannya kepada Thabrani dalam Al-Kabir: “Dan perawinya adalah perawi shahih”]

Demikianlah beberapa hal yang dapat kita lakukan sebagai persiapan memasuki Ramadhan disamping persiapan-persiapan lain yang mungkin belum tercantum dalam tulisan ini. Kita berdoa agar Allah SWT memberikan kesempatan kepada kita untuk bertemu dengan Ramadhan dan mengisi Ramadhan dengan amal ibadah. Wallahu a’lam bishshowab.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s