Mengatasi Persoalan Hidup… (5 End)


Hanya Allah satu – satunya penolong
Jangan takut terhadap masalah.
Justru yang harus kita takutkan, ketika kita telah optimal berusaha, berikhtiar sepenuh hati, tiba – tiba saat menemui jalan buntu, kita malah berputus asa dari rahmat – Nya.
Dengan kata lain, setelah usaha yang sungguh – sungguh kita laksanakan kekuasaan – Nya. Naudzubillah.
Sesungguhnya, tiada akan terjadi sesuatu kecuali dengan izin Allah SWT, baik itu berupa musibah, maupun berupa nikmat.
Ketahuilah yang namanya makhluk itu ‘Laa haula walaa quwata illa billahi ‘ aliyil aziim‘, tiada daya dan tiada upaya kecuali pertolongan Allah SWT Yang Maha Agung.
Manusia itu, asalnya hanya setetes sprema, ujungnya jadi bangkai, kemana – mana membawa kotoran.
Mati – matian ikhtiar dan meminta bantuan siapa pun, tanpa izin-Nya tak akan pernah terjadi yang kita harapkan.
Maka sebodoh – bodoh kita adalah orang yang paling berharap dan takut kepada selain Allah SWT.
Itulah biang kesengsaraan dan biang jauhnya pertolongan Allah SWT.
Jika kita sadar dan meyakinkannya, maka kita memiliki bekal yang sangat kokoh untuk mengarungi hidup ini.
Kita tidak pernah gentar menghadapi persoalan apa pun.
Sesungguhnya yang paling mengetahui struktur masalah kita sebenarnya hanyalah Allah SWT, berikut segala jalan keluar terbaik menurut pengetahuan – Nya Yang Maha Sempurna.
Pendek kata, jangan takut menghadapi masalah.
AKan tetapi, takutlah tidak mendapat pertolongan Allah SWT dalam menghadapinya.
Tanpa pertolongan – Nya kita akan terus berkelanan dalam kesusahan.
Mudah – mudahan, setiap masalah yang ada menjadi jalan pendidikan dan pembelajaran yang akan semakin mematangkan diri, mendewasakan, menambah ilmu, meluaskan pengalaman, melipatgandakan ganjaran, dan menajdikan hidup ini jauh lebih bermutu, mulia dan terhormat dunia akhirat.
Jika kita lalai menyadari pentingnya bersungguh – sungguh mencari ilmu mengenai cara menghadapi hidup ini, ditambah dengan kemalasan kita dalam melatih dan mengevaluasi keterampilan kita, akan membuat hidup ini hanyalah sekadar perpindahan kesengsaraan, penderitaan, kepahitan, dan tentu saja kehinaan yang bertubi – tubi. Naudzubillah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s