Kifarat…


Alkisah ada seorang raja yang saleh dan sangat baik amal ibadahnya. Suatu ketika sang raja ini jatuh sakit.
Lalu dipanggilah tabib kerajaan untuk memeriksa sakit sang raja.
Setelah memeriksa, tabib ini segera memberitahukan obatnya kepada para pengawal raja.

”Aku mengenal baik sakitnya Tuan raja, begitu pula dengan obatnya.
Pergilah kalian ke laut yang ada di sebelah utara, tangkaplah ikan bersisik emas kemerahan sebanyak tiga ekor di sana.Sekarang adalah musim kemarau, saat ini ikan seperti itu sedang banyak-banyaknya di laut utara, bahkan biasanya sampai ke tepian pantai.Setelah kalian mendapatkannya, aku akan segera meramu obat untuk menyembuhkan sakitnya Tuan raja
.”

Para pengawal raja pun bergegas melaksanakan perintah sang tabib. Tapi aneh, setelah seminggu lamanya mencari, ikan tersebut tidak berhasil mereka temukan, bahkan seekor pun tidak. Padahal para pengawal raja pun mengetahui kalau saat itu adalah saat dimana ikan bersisik emas kemerahan sedang banyak-banyaknya di pantai utara. Akhirnya, wafatlah sang raja akibat penyakitnya tidak dapat disembuhkan karena ikan untuk obatnya tidak berhasil diperoleh.

Sementara itu di daerah lain, hiduplah seorang raja yang sangat dzalim dan buruk amal ibadahnya. Saat yang berbeda, sang raja yang dzalim ini pun jatuh sakit. Tabib kerajaan dipanggil. Setelah memeriksa sakitnya sang raja, raut wajah sang tabib terlihat linglung. Hal ini membuat seorang pengawal kerajaan bertanya ada apa gerangan.

Jawab sang tabib, ”Aku mengenal baik sakitnya Tuan raja, begitu pula dengan obatnya yaitu ikan bersisik emas kemerahan sebanyak tiga ekor. Tapi saat ini sedang musim penghujan, ikan-ikan ini akan sangat sulit kita temukan.

Para pengawal pun turut bingung, tapi akhirnya mereka memutuskan untuk tetap berusaha mencari ikan yang dimaksud di tepian pantai sebelah utara. Hasilnya sungguh di luar dugaan! Saat mereka tengah melaut, ternyata ikan bersisik emas kemerahan yang dimaksud tengah berenang-renang kesana kemari dengan jumlah ratusan. Tidak hanya tiga ekor saja yang berhasil mereka tangkap, bahkan mencapai puluhan. Alhasil, raja yang dzalim ini pun dapat disembuhkan oleh sang tabib.

Malaikat surga yang menyaksikan dua kejadian ini merasa heran, lalu bertanya kepada Allah SWT.

Ya Tuhanku, Engkau telah menolong raja yang dzalim dengan Kuasa-Mu, tapi mengapa Engkau tidak menolong raja yang baik hati itu?

Jawab Allah Swt, ”Wahai malaikat-Ku yang taat, ketahuilah olehmu.
Raja yang baik hati itu pernah berbuat salah sekali dalam hidupnya, maka Aku membalas dosanya itu di dunia supaya nanti di akhirat Aku bisa langsung membahagiakan dirinya di dalam surga-Ku.
Sedangkan raja yang dzalim itu pernah berbuat kebaikan sekali dalam hidupnya, maka Aku membalas kebaikannya di dunia supaya nanti di akhirat Aku bisa langsung menyiksa dirinya di dalam panasnya api neraka-Ku
.”

Demikianlah suatu kejadian itu bisa berfungsi sebagai kifarat atas dosa-dosa yang pernah kita lakukan.
Dalam riwayat Ibn Abi Dunya, Rasulullah Saw bersabda, ”Tidaklah seorang muslim ditimpa suatu musibah dan yang lebih berat dari itu, bahkan duri, melainkan karena salah satu dari dua perkara: Adakalanya supaya Allah SWT mengampuni dosanya yang tidak bisa diampuni, kecuali dengan musibah itu. Atau untuk mencapai suatu kemuliaan yang tidak bisa dicapainya, kecuali dengan musibah seperti itu.” (Demikian disebutkan dalam Al-Zawajir)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s