Doa sehelai daun kering..


Janganku suaraku, ya ‘Aziz
Sedangkan firmanMu pun diabaikan
Jangankan ucapanku, ya Qawiy
Sedangkan ayatMupun disepelekan

    Jangankan cintaku, ya Dzul Quwwah
    Sedangkan kasih sayangMu pun dibuang
    Jangankan sapaanku, ya Matin
    Sedangkan solusi tawaranMu pun diremehkan

Betapa naifnya harapanku untuk diterima oleh mereka
Sedangkan jasa penciptaanMu pun dihapus
Betapa lucunya dambaanku untuk didengarkan oleh mereka
Sedangkan kitabMu diingkari oleh seribu peradaban

    Betapa tidak wajar aku merasa berhak untuk mereka hormati
    Sedangkan rahman rahimMu diingat hanya sangat sesekali
    Betapa tak masuk akal keinginanku untuk tak mereka sakiti
    Sedangkan kekasihMu Muhammad dilempar batu

Sedangkan IbrahimMu dibakar
Sedangkan YunusMu dicampakkan ke laut
Sedangkan NuhMu dibiarkan kesepian
Akan tetapi wahai Qadir Muqtadir

    Wahai Jabbar Mutakabbir
    Engkau Maha Agung dan aku kerdil
    Engkau Maha Dahsyat dan aku picisan
    Engkau Maha Kuat dan aku lemah

Engkau Maha Kaya dan aku papa
Engkau Maha Suci dan aku kumuh
Engkau Maha Tinggi dan aku rendah serendah-rendahnya
Akan tetapi wahai Qahir wahai Qahhar

    Rasul kekasihMu maíshum dan aku bergelimang hawaí
    Nabi utusanmu terpelihara sedangkan aku terjerembab-jerembab
    Wahai Mannan wahai Karim
    Wahai Fattah wahai Halim

Aku setitik debu namun bersujud kepadaMu
Aku hina namun aku berharap kemuliaan selalu kepadaMu
Aku sehelai daun kering namun bertasbih kepadaMu
Aku budak yang kesepian namun yakin pada kasih sayang dan pembelaanMu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s