Mc nikahan mantan…


Kemarin di undang sebagai MC di tempat nikah *mantan*, perasaan nggk puguh banget, nggk mau nolak soalnya dulu pernah janji kalo beliau nikah saya siap sebagai orang pertama yang ngucapin selamat dan jadi MC – nya sekalian, Subhanallah.

Benar – benar pergulatan hati, sisi lain berat hati melepas dan mengikhlaskan janur kuningnya, melepas seseorang yang pernah dicintai sepenuh hati, cemburu tiada tara, namun disisi lain, harus mengukur diri bahwa percuma mengiba dan berpikiran macam – macam apalagi sumpah serapah. Karena  segalanya sudah terjadi dan demikian adanya. Dalam hari terus menghibur diri menyerahkan sepenuhnya kepada Allah SWT, biarlah ini adalah episode kehidupan yang perlu dijalani, dihadapi, dihayati dan dinikmati sepenuh hati.

Sungguh pelajaran berharga, mencoba bijak dan ikhlas, luar biasa, ketika saya katakan dalam acara pernikahannya, “Selamat kepada fulan dan fulannah, semoga menjadi keluarga yang sakinah, mawadah warahmah.” Ketika itu hati merasa lega dan lapang, seraya menghela nafas, alhamdulillah.

Bagi sebagian orang mungkin biasa saja, menikmati putus cinta dengan seseorang, bahkan melihat ‘mantannya’ bersanding dengan orang lain, tapi saya yakin bahwa hati kecil tidak bisa dibohongi sekalipun dalam kata – kata kita mengatakan saya ridha, saya ikhlas namun dalam hati kecil mengatakan “saya masih cinta kepadamu”, tidak bisa tidak, kekuatan hati mengalahkan segalanya.

Bahwa sungguhpun demikian ternyata keikhlasan dan kesabaran perlu dilatih tidak hanya dikatakan, berlatih merelakan kepergian seseorang, berlatih memberikan sesuatu (misalnya: harta – kekayaan) yang kita cintai kepada orang lain, melatih diri mengucapkan selamat kepada *lawan kita*, melatih diri membuka diri – openminded kepada pesaing kita, mencoba memaafkan setiap permohonan maaf siapapun yang pernah berbuat buruk kepada kita, mengatakan selamat berbahagia kepada mantan kita ^_^, berlatih mendengarkan kritikan – masukan, dll.

Sungguh suatu sikap yang nggk bisa dikatakan begitu saja, namun harus benar – benar seutuhnya dilatih dan ditata dengan baik dalam hati sehingga hati lapang, indah, terang benderang, bening sebening embun, seraya mudah untuk memperoleh hikmah dari setiap kejadian sehingga menjadi pembelajaran yang bermakna bagi setiap sisi kehidupan kita. Subhanallah.

Tidak ada kata terlambat untuk riyadhah dengan ikhlas dan sabar, yuuk sob.

2 Comments (+add yours?)

  1. lina
    Jul 05, 2010 @ 12:13:57

    subhanallah….
    sebuah perjuangan hati yang sungguh subhanallah…

    Reply

  2. lestari kathartika
    Jul 26, 2010 @ 16:39:27

    tantangan hati,,,yg bisa siapapun lalui,,,dgn membiarkan seseorang yg dicintai pergi dan terbang dr kehidupan…tentunya dgn latihan spt yg dituliskan…

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s