Diperbudak nafsu


Sangat mudah menyalahkan orang lain, karena merasa bahwa dirinya tidak memiliki kesalahan sedikitpun, karena saking banyaknya kesalahan yang dilakukan.
Padahal justru saat itulah hati kita telah diperdaya hawa nafsu.
Lantas kenapa diri selalu berbuat demikian, jangan salahkan syetan, yang pasti selalu memperdaya manusia mengikuti jalannya, tapi hendaknya kita sadar bahwa ternyata diri kita yang selalu mengikuti hawa nafsu, diperbudak oleh hawa nafsu.
Pada akhirnya terbelenggu dalam jurang kemunafikan, kedzaliman, kebencian, dengki, sombong, riya, pamer, so tawadhu, so shaleh. Naudzubillah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s