Diam Produktif …


Dalam upaya mendewasakan diri, salah satu langkah awal yang harus dipelajari adalah cara menjadi pribadi yang berkemampuan dalam menjaga serta memelihara lisan dengan baik dan benar. Sebagaimana yang disabdakan Rasulullah SAW,

    Barangsiapa yang beriman kepada Allah SWT dan hari akhir hendaklah berkata benar atau diam” (HR. Bukhari).

Berikut ini saya coba elaborasi beberapa keutamaan diam – diam produktif tentunya.

  1. Hati selalu terjaga dan tenang, dengan menghemat kata melalui diam produktif berarti hati akan terjaga dari riya, ujub, takabur atau aneka penyakit hati lainnya yang akan mengeraskan dan mematikan hati kita. Hal ini membuat kita lebih banyak waktu untuk berzikir dan tafakur. Buahnya, hati akan terasa jauh lebih tenteram
  2. Hemat dari dosa, sikap diam produktif memperkecil peluang tergelincirnya kata-kata yang kita ucapkan. Dengan demikian, dosa pun akan semakin tipis. Diharapkan pula, kedudukan kita di sisi Allah SWT akan terjaga. Artinya, kita terhindar dari kesalahan kata yang menimbukan murka Allah SWT, seperti kata-kata kemusyrikan, kemunafikan, atau perkataan dosa lainnya
  3. Terjauh dari masalah, memilih sikap diam aktif, akan menghemat kata-kata yang berpeluang menimbulkan masalah. Tidak akan ada salah paham dan orang yang tersinggung. Diam produktif juga tidak akan menimbulkan permusuhan dan kebencian.
  4. Lebih bijak, sikap diam produktif akan membuat kita menjadi pendengar dan pemerhati yang baik. Dengan begitu, diharapkan ketika menghadapi suatu persoalan, pemahaman kita akan lebih mendalam. Insya Allah pengambilan keputusan pun jauh lebih bijak dan arif.
  5. Lebih berwibawa, tanpa disadari, sikap dan penampilan orang yang diam produktif akan menimbulkan wibawa tersendiri. Orang lain akan menjadi leih segan untuk mempermainkan atau mereehkannya. Hal ini sangat baik untuk menjaga kehormatan dan harga diri kita.
  6. Hikmah kan muncul, hal yang tidak kalah pentingnya, orang yang mampu menahan diri dengan diam produktif akan membuat qolbunya lebih bercahaya. Dia akan dapat memberikan ide dan gagasan yang cemerlang. Semua itu karena hikmah tuntunan dari Allah SWT yang menyelimuti hati, lisan, sikap dan perilakunya. Bisa kitalihat, para ahli hikmah memiliki ciri khas, yaitu banyak diam, tafakur, dan zikir.

Jadi dengan kata lain diam produktif memiliki arti, kesungguhan dengan kesadaran penuh, untuk menahan diri dari keinginan berkata-kata, sesudah merenungkan akibat atau niat yang melatarbelakangi keinginannya untuk berbicara.

Namun, dia tetap memaksimalkan interaksi dengan untaian “perkatan” melalui perbuatan berupa kesungguhan untuk mendengarkan secara tulus, memperhatikan secara seksama, juga memberikan respons yang tepat, hangat, cermat dan padat makna. Insya Allah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s