Silaturahim yuuuk…. ^_^

Standard

Sesuatu yang paling cepat mendatangkan kebaikan, adalah balasan (pahala) orang yang berbuat kebajikan dan menghubungkan silaturahmi, sedangkan yang paling cepat mendatangkan kejahatan ialah balasan (siksaan) orang yang berbuat jahat dan memutuskan hubungan kekeluargaan (silaturahim).” (HR. Ibnu Majah)

Berbicara silaturahim, kita tidak hanya membatasi sekadar saling bersalaman, menyentuhkan tangan, atau permohonan maaf. Akan tetapi kita harus berbicara yang lebih hakiki, yakni tentang suatu kekuatan mental dan kemampuan yang tinggi dari hati manusia. Hal ini sesuai dengan asal kata “silaturahim” itu sendiri, yakni shilat atau washi, yang berarti “menyambungkan” atau “menghimpun” dan “Arrahim” yang berarti kasih sayang.

Rasulullah SAW bersabda, “Yang disebut silaturahim adalah bukanlah seseorang yang membalas kunjungan atau pemberian, melainkan bersilaturahim itu adalah menyambungkan apa yang terputus.” (HR. Bukhari).

Oleh karena itu adalah teramat penting bagi kita, tidak hanya merekayasa gerak – gerik tubuh di dalam bersilaturahim tersebut, namun haruslah benar – benar bersungguh – sungguh menata hati agar kita mempunyai kekuatan untuk bisa berbuat lebih baik dan lebih bermutu dari apa yang dilakukan orang terhadap kita.

Pada suatu kesempatan Rasulullah SAW memberikan tausyah kepada para sahabatnya, “Hendaklah kalian mengharapkan kemuliaan dari Allah SWT,” ungkap Rasulullah.
Sahabat bertanya: “Apakah yang dimaksud itu, ya Rasulullah?” Tanya sahabat.
Rasulullah kemudian menjawab: “Yaitu hendaknya kalian suka menghubungkan tali silaturahim kepada orang yang telah memutuskan engkau, memberikan sesuatu (hadiah) kepada orang yang tidak pernah memberi sesuatu kepada engkau, dan hendaknya engklau bersbar kepada orang yang menganggap engkau orang bodoh.” (HR Hakim).

Allah Maha Tahu akan segala kebutuhan, harapan, dan keinginan kita. Bahkan Allah SWT Pemilik segala yang kita inginkan.
Dia – lah Penentu segala kejadian yang terbaik bagi dunia maupun akhirat kita.
Allah SWT tahu persis segala sesuatu yang akan mencelakakan diri kita.
Allah SWT pun tahu persis segala sesuatu yang akan membinasakan dunia dan akhirat kita.

Allah Maha Gagah, Pelindung Yang Maha Sempurna.
Jikalau Allah SWT berkehendak melindungi makhluk-Nya, maka tidak ada sesuatu pun yang menganiayanya kendati bergabung seisi alam ini untuk melakukan sesuatu.
Orang yang disayangi Allah SWT, sempurnalah kebahagiaannya.
Semua kebutuhannya terpenuhi, kesulitan akan diberi jalan keluar, bahkan akan dibela dari segala yang mengancamnya dengan pembelaan yang pasti sangat memuaskan.

Silaturahim yang kita laksanakan benar – benar bukan karena mengharapkan imbalan dari makhluk.
Bukan berharap pujian dan penghargaan, juga bukan karena mendambakan agar mereka pun menyambungkan silaturahim sebagaimana yang kita lakukan.
Melainkan semua ini kita lakukan semata – mata agar kita disayangi oleh Allah Azza wa jalla. DZat Yang Maha Agung, Maha Hebat, Maha Suci, dan Maha Mulia.

Sahabat, semoga dihari -hari terakhir bulan ramadhan ini kita semakin giat menyambungkan tali silaturahim. Hanya dengan jalinan silaturahim yang eratlah, umat Islam akan menjadi kuat.
Wallahu alam bishawab.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s