Gibah…

Standard

Tahukah Anda sebutan ketika membicarakan aib atau kejelekan saudaranya di depan orang lain? Itulah Gibah.

Mengatakan aib yang benar tentang saudara kita di depan orang lain adalah gibah sedangkan jika tidak benar merupakan fitnah.

Gibah merupakan perbuatan hina sehingga Allah SWT menyerukan orang yang senang menggunjing seperti orang yang suka memakan daging saudaranya yang telah mati.

“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebahagian kamu menggunjing sebahagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.”(QS. Al Hujurat, 49:12).

Ciri – ciri perilaku gibah:

  • Senang membeberkan keburukan sudaranya di belakang
  • Senang mengadu domba atau merusak hubungan baik antar seseorang dengan orang lain
  • Senang mempermalukan dan menghina saudaranya di depan orang lain
  • Senang melakukan perbuatan dengan tujuan menunjukkan keburukan seseorang
  • Senang mendengar aib atau keburukan orang lain
  • Gosip adalah kenikmatan baginya

Kerugian gibah :

  • Menggunjing akan menimbulkan pertengkaran, perpecahan dan kebencian bahkan dalam beberapa kasus dapat berujung dendam dan pembunuhan
  • Orang yang senang menggunjing tidak akan disukai dan dipercaya karena orang lain khawatir dirinya juga digunjing di depan orang lain
  • Penggunjing hidupnya akan sengsara karena banyak dimusuhi orang lain, khususnya orang yang digunjingkannya
  • Kebaikan orang yang menggunjing akan dihapus dan dipindahkan pada orang yang digunjingkannya, sehingga di akhirat akan termasuk ke dalam orang – orang yang merugi karena miskin amal kebaikan. Sedangkan orang yang digunjing akan kaya dengan kebaikan.

Penyebab Gibah:

  • Benci, dendam, musuh, dan dengki. Kesenangan menceritakan keburukan orang yang dibenci, didengki atau dimusuhinya agar semakin banyak orang yang membenci dan memusuhi mereka.
  • Sombong. Gibah dapat muncul karena keinginan menjatuhkan kredibilitas orang lain untuk menunjukkan bahwa dirinya lebih baik dari orang yang digunjingnya.
  • Guyon – canda – humor. Menggunjing seringkali muncul karena keinginan membuat orang lain tertawa dan mentertawakan aib atau keburukan saudara yang digunjingnya.
  • Pergaulan. Menggunjing akan semakin marak apabila dilakukan oleh orang – orang yang sama – sama senang menggunjing.

Mengatasi Gibah:

  • Menceritakan keburukan dan aib orang lain tidak akan mengubah apapun selain kehinaan dan kerugiaan bagi penggunjing
  • Membiasakan senang membicarakan dan mengambil hikmah dari kelebihan orang lain
  • Mengingat kembali bahwa orang yang akan kita gunjingkan adalah saudara kita sendiri. Bahkan kita tidak senang apabila saudara kita digunjing oleh orang lain.
  • Menghindari bergaul dengan orang yang senang bergunjing, dan menghindarkan diri ketika mendengarkan orang lain menggunjing

Latihan mengatasi gibah:

  • Berlatihlah untuk memilih diam apabila tidak ada hal penting yang harus dibicarakan
  • Berlatih untuk senang menceritakan dan mendengar kebaikan serta kelebihan setiap orang, terutama orang yang tidak menyukai kita
  • Biasakanlah untuk menghindari tontonan – tontonan yang berbau gibah atau obrolan – obrolan yang berbau gibah

Ya Rabb, jauhkan kami dari penyakit demikian.

Sucikanlah hati kami dari sekecil apapun kedengkian, kesombongan dan fitnah. Istiqamahkan kami untuk selalu sabar, ikhlas dan istiqamah memperbaiki diri dan menjauhkan diri dari sekecil apapun penyakit hati.

Ya muqallibal qulub, teguhkan hati kami sehingga kami lebih mudah mendapatkan hikmah dari setiap sisi kehidupan, sehingga kami semakin sadar dan marifat kepada-Mu.

Ya Rahman, jagalah lisan ini dari perkataan yang bathil, bimbinglah setiap perkataan ini dengan perkataan yang baik, perkataan yang mafaat, perkataan yang mengajak pada kebaikan, perkataan yang membuat semua orang mengenal, dan selalu mengingat Mu, perkataan yang mampu mendekatkan diri kepada Mu, perkataan yang amanah, perkataan yang penuh hikmah dan manfaat.

Ya Rabb, bimbinglah lisan ini, jangan biarkan lisan ini dijadikan sebagai saksi tentang menggunjing, fitnah dan gibah, namun jadikanlah – bimbinglah lisan ini sehingga menjadi saksi tentang makhluk yang menjaga lisan karena selalu mengeluarkan kata – kata mengajak kepada kebaikan dan hikmah.

Ya Rabb, kabulkanlah pemohonan hamba. Aamiin Ya Rabbal Aalamiin.

One response »

  1. ada beberapa pengecualian tentang dibolehkannya ghibah, sekitar ada 6 ato lebih perkara yg dibolehkannya ghibah menurut imam an nawawi…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s