Syair Kerinduan …

Standard

Sungguh ku tiada percaya, bahagia hanya sementara
Sukarnya ku menerima, cintaku berputik tiada

    Laksana embun menitik, bagaikan rindu yang syahdu
    Dunia penuh prasangka, kekasih jauh di sebrang sana

Laksana jarum di tangan, kecilnya tidak kelihatan
Dapatkah dikau bayangkan, betapa beban perpisahan

    Seandai ditakdirkan, Kau bukan menjadi milikku
    Tidak dapat ku bayangkan, dapatkah ku pertahankan
    Cinta di hati ingin bertemu, di sangkar madu, Subhanallah indahnya…

Asmara kasih setia, berkata di dalam jiwa, betapa resah di kalbu
Ku rindu selalu, dengar suaramu, ku bagai di penjara

    Cintaku kecewa kasihku derita, rinduku tiada terkira
    Seandainya berpisah, kasihku berubah, cintaku merana lagi

Betapa kecewa di jiwa, cintaku tiada bertanda
Namun ku masih menerima, pasrah ku di akhir cinta

    Ya Rabb, tolonglah hamba-MU, tabahkan hati yang merindu
    Semoga takdir yang menerima, tersirat hikmah di hatiku
About these ads

7 responses »

  1. Seucap kata berbaris cerita mengingat kan akan kisah hidup ku 1 tahun yang lalu terimakasih kawan
    semua terjadi karena ada yang terbaik untuk kita dia dan mereka SUKSES

  2. Hmm,..
    Entah dari mana rasa itu berasal
    Rasa yang mengerumuni hati seperti menuju mati
    Tenggelam larut dalam dilema asmara
    Sukma yang seharusnya cerah, redup tanpa cahaya
    Rasamu palsu,..rindumu buatku jemu
    kemana letak indah rindumu?
    Syahwat asmara yang terpancar nyata
    akan kemana kau bawa kesuciannya?

  3. Rasa ku berbaring di peraduan senja,
    saat malam menyelimuti seisi bumi
    aku selalu tersudut pada kerinduan hati,
    seakan ada benang yang tak terlihat mengikat erat jiwaku.
    yang membawa dalam altar kehampaan..hmmmm

    nuraniku dimana kau simpan rasa yg ku persembahkan untuknya
    dahulu pernah ku bingkai kebahagian, merajut indahnya kebersamaan..
    semuanya memudar bersama kepergian rasa ini..
    dalam mimpi malam ku hanya kau yang tak tergantikan..
    kau menghilang tampa jejak..hmmmm

    Rasa menghanyutkan ku dalam kerinduan..
    tak terasa fajar kehidupan mulai datang
    biarlah kisah ini hadir bersama embun pagi..
    yang menyejukan dedaunan…
    walau kini kau rasa ku telah memudar
    engkau tetap disini
    di dalam singgasana hatiku…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s